Harga Daging Relatif Terjangkau,Jikalau Pedagang Bermitra Dengan Bulog Bengkulu, tuntasonline.com - Polemik harga pangan memang hal yang menjadi topik hangat yang tidak hentinya dibincangkan, namun ada harga pangan yang stabil tapi jika membelinya har
Bengkulu, tuntasonline.com - Polemik harga pangan memang hal yang menjadi topik hangat yang tidak hentinya dibincangkan, namun ada harga pangan yang stabil tapi jikalau membelinya harus merogoh kocek yang begitu dalam yaitu daging. Daging yang dibahas di sini yaitu sekelas daging sapi atau kerbau, Namun dibalik harga yang stabil Divre Bulog Bengkulu menawarkan solusi guna harga daging tersebut menjadi relatif terjangkau.
Memang di Pasaran harga daging sapi tergolong mahal namun relatif stabil yaitu Rp. 120.000,00 perkilo. Harga yang begitu fantastis untuk kalangan menengah kebawah. Selain itu kebutuhan daging juga begitu cukup tinggi, namun sering mendengar harga tersebut konsumen cenderung mencari alternatif pengganti lain.
Menurut penjelasan Kepala Divre Bulog Bengkulu Dedi Sabetra (17/03/2018) melalui Via WhatsApp pribadinya, jikalau pedagang daging mau menjadi mitra Bulog. Bulog akan memyalurkan daging jenis daging kerbau bukan sapi. Serta harganya akan relatif stabil yaitu kisaran Rp. 80.000,00 perkilo.
"Daging sapi kami punya daging kerbau harga hanya 80 rb. Bilamana para pedagang daging mau bermitra ke bulog dan salurkan daging kerbau maka harga daging akan stabil diharga 80 rb sesuai HET kemendag. Kalau daging sapi kalau tdk salah HET 98.000/kg. Bulog hanya punya daging kerbau" jelas Dedi.
Beliau juga menambahkan Jikalau memang Pedagang daging ingin bermitra dengan Divre Bulog Bengkulu harus menuruti syarat dari Divre Bulog Bengkulu tersendiri.
"Pengecekan daging hanya pada daging sapi padahal ada daging kerbau dimasyarakat. Tapi memang daging kerbau blum dijual di pasar pasar . Bila mau jadi mitra distribusi daging kerbau syarat yg harus di penuhi :
- Wajib ada spanduk jual daging kerbau.
- Harga max 80 rb
- Pernyataan tdk mencampur dengan daging sapi
- Mau diawasi dan didata tim satgas pangan" tulis Dedi. (ReTra)
- 148 views
Facebook comments