Skip to main content
Tampak Rumah Calon Wali Kota Patriana Sosialinda

Usai Pleno KPU, Rumah Linda Tampak Sepi

Bengkulu, Tuntasonline.com -Selesainya pesta demokrasi pemilihan Walikota Bengkulu periode 2018-2023, banyak menuai kontroversi dari saksi pasangan calon (paslon) nomor urut 4 Patrianana Sosialinda - Mirza sebab mereka menolak hasil rekapitulasi KPU dan pihaknya juga tidak mendatangani berita acara dari hasil pleno tersebut,Hari ini Kamis Kediaman Rumah Linda Tampak Sepi.

Usai, penetapan hasil rekapitulasi, Helmi - Dedy menang telak dari pesaing lainnya dengan perolehan suara 44.449 suara,  wartawan TuntasOnline memantau kediaman pribadi rumah Patriana Sosialinda di jalan Sedap Malam Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung tanpa sepi hanya ada security yang menjaga rumahnya.

Sementara itu, Jeki Arianto selaku saksi paslon tim Linda - Mirza awalnya protes ke pihak rapat pelno terbuka KPU tidak di bukanya data C7 pantauan dari tim nya banyak di TPS tidak adanya C7.

"Sebab itu penting,  untuk mengecek orang yang hadir di TPS dan jumlah surat suara yang tercoblos,  sebagai antasipasi adanya pencoblosan ilegal, tapi  dari sembilan kecamatan ditolak pimpinan pleno untuk membuka C7, " jelasnya Jeki Arianto saat pada awak media, Rabu (4/7).

Lanjut dikatakan Jeki,  Tim nya juga keberatan hasil data DA-KWK  hasil dari kecamatan yang berada di luar kotak suara, saat di periksa tidak ada DA-KWK itu, PPK yang dihadirkan dalam rapat pleno. 

'Kami dengan tegas menolak DA-KWK dari PPK karena tidak berasal dari kota, serta di kecamatan Selebar ada keberatan saksi di bacakan pimpinan sidang dalam rapat pelno tapi tidak dibahas secara detail," katanya.

Sedangkan saat konfimasi KPU Kota Zaini,  memberikan tanggapannya, sepanjang rapat pleno tidak ada permasalahan dengan perolehan suara, lebih pada administrasi.

"Kekeliruan jumlah DPT yang sedang diperbaiki, itu tidak akan merubah penetapan hasil suara," tegasnya. (CW3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size