Kisruh Honor Pengurus Posyandu, Kades Tebat Sibun Dinilai Semena-mena Dalam Kebijakan
Seluma, TuntasOnline.Com - Masyarakat Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma menilai kepemimpinan Kepala Desa yang baru terkesan semena-mena dan tidak melandaskan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan pada sebuah permasalahan. Hal ini kian mencuat setelah kisruh honor pengurus Posyandu.
Hal ini dihimpun dari beberapa keterangan masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, masyarakat juga menjelaskan kisruh honor pengurus Pos Layani Terpadu (Posyandu) adalah Kisruh yang tidak selesai akibat tidak tepatnya kebijakan yang dibuat oleh Kades Tebat Sibun.
"Di Desa Tebat Sibun semenjak kepemimpinan kades yang baru ini, desa tebat sibun tidak rukun dan damai lagi. Apalagi sekarang jelas warga semua tingkah atau ulah kades sendiri dikarenakan kades mengambil tindakan sewenang-wenang" ujar masyarakat.
"Adapun yang baru terjadi ini, pengurus posyandu yang lama tidak di beritahu bahwa mereka sudah tidak di pakai lagi. Kepala Desa langsung membentuk pengurus baru, Adapun hal yang menjadi kisruh yaitu pada saat pengambilan honor, pengurus lama menuntut honor mereka dan begitupun pengurus baru yang juga menuntut honor kepada pengurus desa yaitu Kepala Desa Tebat Sibun" tambahnya.
Saat TuntasOnline.Com mencoba konfirmasi melalui Via Telpon terkait hal tersebut pada Selasa (02/10), Kades Tebat Sibun Ujang Jahari, belum bisa dikonfirmasi karena tidak terhubungnya panggilan melalui via telpon tersebut.
Lanjut dijelaskan masyarakat, masyarakat Desa Tebat Sibun sudah terbelah-belah dikarenakan dalam kepemimpinan Kepala Desa yang baru ini di anggap warga selalu bertindak sewenang-wenang tanpa melalui musyawarah.
"Permintaan sebagian besar Warga Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma kepada instasi terkait khususnya Pemerintahan Kabupaten Seluma supaya Kepala Desa Tebat Sibun di berhentikan sebab warga sudah geram melihat tingkah lakunya. Seharusnya Kepala Desa itu sebagai pengayom masyarakat yang dipimpin bukan membuat perpecahan di dalam lingkup desa" jelasnya. (Dy)
- 88 views
Facebook comments