Organisasi Senat Mahasiswa Memperhatinkan, Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Gelar Aksi
Bengkulu,Tuntasonline.com - Terkait adanya Organisasi senat Mahasiswa yanh memperihatinkan, Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus Hijau (MPDKH) Institut Agama Islam indonesia (IAIN) mengelar aksi demo, slSenin (7/12).
Pantauan Media Ini Pada Aksi tersebut
Aliansi MPDKH menyatakan sikap dengan melihat keadaan dan kondisi organisasi kemahasiswaan yang ada dalam Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
yang saat ini dinilai sangat memprihatinkan, terutama organisasi Senat Mahasiswa.
“Senat Mahasiswa sebagai organisasi tertinggi secara normatif sudah semestinya taat terhadap aturan yang berlaku serta sebagai penyambung aspirasi daripada kepentingan mahasiswa, oleh karena itu kami dari aliansi mahasiswa peduli demokrasi kampus hijau IAIN Bengkulu menyatakan sikap bahwasanya kami mewakili ketiga fakultas dewan eksekutif mahasiswa di antaranya, fakultas syariah, FUAD, dan FEBI menyatakan sampai hari ini tidak mendapatkan hasil keputusan musyawarah besar sebagaimana yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu,” ujar Ahmad Fikri Amar korlap aksi.
Hal tersebut diungkapkan lantaran diduga tidak adanya pengaplikasian program kerja Senat Mahasiswa IAIN Bengkulu tahun 2018 mengenai musyawarah besar tentang penetapan Anggaran Aasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi kemahasiswaan IAIN yang berlandaskan keputusan direktur jenderal pendidikan islam nomor 4961 tahun 2016 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan pada perguruan tinggi keagamaan islam. Tidak adanya kejelasan mengenai proses pembentukan anggota KPU dan Bawaslu dilingkup IAIN Bengkulu. Tidak adanya kejelasan terkait sertifikat pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat menengah yang diadakan periode awal kepemimpinan Syamsudin selaku wakil rektor III.
“Terkait hal tersebut kampus hijau IAIN Bengkulu menuntut meminta pak Syamsudin selaku wakil rektor III bidang kemahasiswaan untuk menindaklanjuti kelalaian kerja yang dilakukan Senat Mahasiswa IAIN Bengkulu tahun 2018 dan menginstruksikan Senat Mahasiswa untuk mengeluarkan dan mensosialisasikan AD/ART sesuai dengan hasil musyawarah besar yang dilaksanakan periode awal masa jabatan bapak syamsudin. Meminta pak syamsudin selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan untuk menginstruksikan kepada seluruh anggota senat mahasiswa IAIN Bengkulu tahun 2018 untuk tidak mengambil kebijakan kebijakan sebelum dikeluarkan dan disosialisasikan AD/ART sesuai dengan hasil musyawarah besar yang dilaksanakan periode awal masa jabatan bapak Syamsudin,” ungkap Ahmad.
Sambung Ahmad, pihaknya meminta wakil rektor mahasiswa untuk menginstruksikan kepada seluruh anggota senat agar mengklarifikasi dan mensosialisasi terlebih dahulu dalam pembentukan KPU dan Bawaslu di lingkungan IAIN Bengkulu karena AD/ART yang dipakai dalam pembentukan tersebut belum jelas dan tidak diketahui oleh publik.
“Kita meminta agar penyelenggara PKMTM gelombang pertama periode masa jabatan bapak syamsudin mengeluarkan sertifikat PKMTM bagai yang telah melengkapi persyaratan memberi tenggang waktu terlambat lambatnya dua hari setelah surat pernyataan ini diterima untuk merealisasikan tuntutan point 1 sampai point 4. Apabila point 1 sampai 4 tidak di indahkan dan tenggang waktu yang tertera pada poin 5 maka kami aliansi peduli demokrasi kampus hijau Bengkulu akan memboikot setiap kegiatan yang diadakan sebelum dikeluarkan dan disosialisasikan AD/ART hasil musyawarah besar kepada seluruh ORMAWA, UKM/UKK selingkup IAIN Bengkulu,” pungkasnya.(AMG)
- 106 views
Facebook comments