Skip to main content
M

Kenali dan Sayangi Program JKN-KIS

Karo, TuntasOnline.com - Tak kenal maka tak sayang. Ya, kira - kira pepatah ini cocok untuk menggambarkan keadaan Muhammad Ichsan (28) saat pertama kali mengenal Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pada saat pertama kali BPJS Kesehatan lahir sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014 lalu, Ichsan termasuk salah satu yang cuek terhadap program ini.

“Ya gimana ya, kata orang BPJS itu ribet, pelayanannya dibedakan di rumah sakit. Belum lagi ada obat yang harus dibayar. Padahal udah pake BPJS tuh," ungkapnya saat diwawancarai melalui handphone oleh tim reporter Jamkenews.

Anggapan Ichsan terhadap program JKN-KIS seketika berubah ketika dia terkena Demam Berdarah Dengeu (DBD) pada November lalu.

“Awalnya saya kira cuma demam biasa, namun sudah 3 hari tidak turun juga justru demamnya semakin tinggi. Akhirnya saya dibawa istri saya ke rumah sakit dan setelah dilakukan pemeriksaan Lab dokter menyampaikan bahwa saya terkena DBD”, ujar Ayah dari seorang anak ini.

Kala itu Ichsan mengaku sangat khawatir. Bukan hanya mengenai sakitnya, namun juga biaya pelayanan di rumah sakit yang pasti tidak sedikit.

“Jujur saja, pekerjaan saya sebagai seorang pegawai kontrak di sebuah instansi pemerintah terbilang cukup pas-pasan. Istri saya juga seorang ibu rumah tangga, jadi satu-satunya harapan saya saat itu adalah BPJS Kesehatan”, tutur Ichsan.

Pelayanan yang didapatkan Ichsan ketika di rumah sakit membuatnya sadar bahwa anggapannya terhadap Program JKN-KIS selama ini adalah salah.

“Ya gimana ya, namanya juga kemarin denger kata orang aja”, ujarnya sambil tertawa. Petugas yang ramah, tindakan dokter yang cepat tanggap, serta ruangan yang bersih dan layak membuat Ichsan sekarang mendukung Program JKN-KIS ini sepenuhnya.

Kini ichsan telah sembuh dari sakitnya meski masih dalam masa pemulihan. “Saya sangat terbantu dengan adanya program ini. Dengan hanya membayar iuran 25.500 tiap bulan saya dapat merasakan manfaat yang luar biasa ketika sakit kemarin. Saya mendapatkan pengobatan dan fasilitas rumah sakit tanpa ada biaya tambahan apapun itu”, ujarnya. 

Sesaat sebelum kami mengakhiri obrolan tersebut, Ichsan mengatakan bahwa mulai sekarang ia akan aktif mengkampanyekan agar masyarakat mau membayar iuran secara rutin serta mendukung penuh program JKN-KIS ini. Mungkin ini wujud terima kasih saya kepada Program JKN-KIS yang dulu sempat saya ragukan”, tutup Ichsan sebelum akhirnya menutup telpon.(Ellys) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size