Organisasi Pencinta Lingkungan Optimis Hatabosi Raih Kalpataru 2020
Tapanuli Selatan, Tuntasonline.com - Harapan kepada Komunitas Hatabosi, Marancar, supaya mendapat penghargaan Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup terus mengalir dari berbagai organisasi peduli lingkungan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
"Kita optimis dan berharap mudah-mudahan Hatabosi mendapat Kalpataru tahun 2020 dari Kementerian LHK," ungkap Ketua DPW Sarekat Hijau Indonesia, Sumatera Utara, Hendrawan Hasibuan, di Sipirok, Senin (8/6/2020).
Baca Juga : (Manfaatkan Lahan Kosong, Polsek Muko-muko Utara Dukung Program Ketahanan Panganhttps://www.tuntasonline.com/2020/06/08/manfaatkan-lahan-kosong-polsek-muko-muko-utara-dukung-program-ketahanan-pangan)
Optimisme Hendrawan yang juga pengurus Jaringan Advokasi Masyarakat Marjinal (JAMM) Sumut ini yang baru saja memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada Jumat, 5 Juni 2020.
"Kita ketahui Hatabosi merupakan kearifan lokal masyarakat empat desa serta dusun di Kecamatan Marancar sejak tahun 1907 yaitu, Desa Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok, dan Siranap atau Hatabosi," tuturnya.
Bukan sekedar urus mengurus irigasi soal membagi air, tetapi Hatabosi secara turun temurun sejak nenek moyang memiliki ideologi yang tinggi terhadap konservasi air dan hutan di daerah mereka.
"Sian harangan ni do mual ni aek ta (dari hutan itu asal sumber air kita) yang menjadi pesan pendahulu masyarakat Hatabosi untuk anak cucu sejak ratusan tahun silam, kini pesan itu diimplementasikan hingga sekarang," katanya.
Hutan-hutan di sekitar daerah Hatabosi seperti Cagar Alam Sibual-buali yang beririsan dengan ekosistem Batang Toru masih tegak terjaga sebagai wilayah tangkapan air sebagai sumber kehidupan hingga kekinian.
Harapan serupa juga datang dari Jaringan Kerja Antar Desa (Jaker) Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Kader Konservasi Marancar dan Sipirok, yang selama ini mendampingi masyarakat Hatabosi.
"Merunut sejarah Hatabosi yang secara turun temurun menjaga kawasan hutan dan sumber air sejaj sebelum Indonesia merdeka, sangat pantas rasanya untuk komunitas ini menerima Kalpataru dari Kementerian LHK," kata Adanan Pasaribu, selaku kader konservasi.
Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam UMTS (Kompel UMTS) Rizki Fauzi menyebut, selaku mahasiswa mereka sangat bangga bahwa di Tapanuli Selatan ada masyarakat yang selama ini mempertahankan kearifan lokal, dengan menjaga hutan dan sumber air.
Baca Juga (Pencairan BST Kemensos Tahap Kedua Berlangsung Tertib dan Lancar https://www.tuntasonline.com/2020/06/08/pencairan-bst-kemensos-tahap-kedua-berlangsung-tertib-dan-lancar)
"Ini menjadi pembelajaran bagi kami sebagai generasi muda, dan ini suatu kebanggaan yang perlu dicontoh oleh setiap mahasiswa. Semoga masyarakat Hatabosi dengan 'Mantari Bondarnya' salah satu dari 20 nominator yang mendapatkan penghargaan Kalpataru 2020," harap Rizki. (AS/TO)
- 62 views
Facebook comments