Belanja Barang dan Jasa Sekolah di Bireuen Wajib Melalui SIPLah
Bireuen, Tuntasonline.Com - Pembelian Barang dan Jasa bagi Ratusan sekolah SD/SMK/SMK di Kabupaten Bireuen, melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPlah) semuanya sudah ditentukan
Sesuai amanat Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pedoman PBJ oleh Satuan Pendidikan, Satuan Pendidikan wajib melakukan belanja melalui SIPLah untuk seluruh sumber dana.
Bantuan dana Bos Arfimasi dan Bos Kinerja bagi setiap sekolah sebagai penerima , diberikan sesuai Permendikbud 24 tahun 2020 tentang Juknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja masing-masing sebesar Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setiap sekolah.
Pemberian Dana BOS Afirmasi bertujuan untuk membantu kegiatan operasional sekolah dan mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh Dana BOS Reguler di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian, sedangkan untuk bantuan Dana BOS Kinerja bertujuan membantu kegiatan operasional sekolah dan mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh Dana BOS Reguler sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian.
Penerima Dana BOS Afirmasi dan dana Dana BOS Kinerja diprioritaskan bagi sekolah yang memenuhi kriteria sebagai berikut memiliki proporsi siswa dari keluarga miskin yang lebih banyak,
menerima Dana BOS Reguler yang lebih rendah dan memiliki proporsi guru yang berstatus pegawai negeri sipil atau guru tetap yayasan yang lebih kecil.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Bireuen, Kadisdikbud melalui kabid pembinaan SMP, Zamzami.S.Pd, untuk penerima Bos Arfimasi dan Kinerja jenjang Sekolah Dasar ( SD) sebanyak 115 sekolah,SMP sebanyak 40 sekolah , sedangkan untuk SMA sebanyak 12 sekolah dan SMK berjumlah 5 sekolah.
Pembelian barang dan jasa selain melalui Siplah, untuk perlengkapan alat elekronik lainya seperti laptop seharga 9 juta 500bribu tablet bagi SD di Bireuen, melalui perusahaan erlangga yang sudah ditentukan antara barang laptop dan tablet berjumlah 22 juta 500ribu rupiah, seperti dikatakan salah seorang kepala sekolah SD di Bireuen (SR) kepada media tuntasonline.com Jum'at (11/12/2020).
Terkait belum berfungsinya sebagian besar alat kebutuhan sekolah seperti, scan wajah seharga 12 juta. 500 ribu yang dibeli melalui Siplah, Kadisdikbud Bireuen Drs M Nasir MPd mengatakan "masih menunggu sisa yang belum datang Kalo sudah datang semuanya baru kita latih cara operasionalnya dalam waktu dekat,".
Dalam hal ini Kadisdikbud Bireuen berharap semua kegiatan dalam kegiatan memajukan pendidikan bisa terealisasi dengan sebaik - baiknya. (Hendra)
- 294 views
Facebook comments