Pedagang Padangsidimpuan Terima Bantuan Penunjang Usaha
Padangsidimpuan, Tuntasonline.com - Pedagang di Kota Padangsidimpuan menerima bantuan penunjang usaha dari Kementerian Perdagangan dan Dewan Kerajinan nasional (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara.
Bantuan diserahkan Walikota Irsan Efendi Nasution bersama Ketua DPRD, Wakil Walikota Arwin Siregar, dan Sekda Letnan Dalimunthe kepada perwakilan pedagang, di halaman kantor Walikota, Senin (21/12/2020) pagi.
Kadis Perdagangan Ridoan Pasaribu menyebut, bantuan sebanyak 13 gerobak stainles ini dilengkapi peralatan pendukung dan bahan-bahan makanan. Penerimanya ialah pedagang binaan Dekranasda dan PKK Pemko.
Pantauan di lokasi, bantuan tersebut menyerupai gerobak penjual nasi goreng. Dilengkapi tabung dan kompor gas, kuali, alat pengemas minuman gelas, dan bahan-bahan sembako untuk adonan makanan.
Pada gerobak stainles itu terpampang tulisan yang menjelaskan bantuan ini merupakan program Dekranasda Pemprov Sumatera Utara, falam rangka pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
Bantuan berikutnya bersumber dari Kementerian Perdagangan RI, berupa 10 rombong motor untuk pedagang bakso tusuk keliling, dan lima unit tenda besi untuk pedagang kaki lima di Kota Padangsidimpuan.
“Dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, empat pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dekranasda juga menerima bantuan peralatan penunjang usaha kerajinan, bordir dan tenun,” jelas Ridoan.
Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengajak para penerima bantuan mensyukuri perhatian pemerintah provinsi dan pusat ini. Karena telah peduli terhadap nasib rakyat di tengah pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah, walau jumlahnya terbatas, ini sangat besar manfaatnya. Bapak / ibu, pelaku IKM, UKM dan pedagang kaki lima, mari kita syukuri nikmat ini. Semoga dengan bantuan ini, perekonomian lebih membaik lagi,” harapnya.
Kepada pimpinan OPD di bawah koordinasi Sekda Letnan Dalimunthe, Walikota berpesan agar terus mengawasi dan mendampingi seluruh penerima bantuan pemerintah provinsi dan pusat ini.
“Kita harus buat catatan success history atas segala bantuan provinsi dan kementerian. Catatan ini disampaikan ke pemberi bantuan, sehingga mereka yakin bantuan tersalur tepat sasaran. Dari sini mereka bisa menilai untuk pengalokasian bantuan berikutnya,” kata Irsan. (RF/TO)
- 17 views
Facebook comments