Skip to main content
Sekolah dan Guru Didorong Untuk Maksimalkan Pembelajaran di Masa Pandemi

Sekolah dan Guru Didorong Untuk Maksimalkan Pembelajaran di Masa Pandemi

Karo, TuntasOnline.com - Sekolah dan para guru didorong untuk memaksimalkan metode pembelajaran kepada siswanya. Terlebih di masa wabah  pandemi Covid-19 yang melanda, belum memungkinkan diberlakukannya pembelajaran tatap muka. Sehingga mereka harus mampu berinovasi dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal ini dijelaskan Bupati Karo Terkelin Brahmana melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Eddi Suryanta Surbakti kepada wartawan Selasa (26/1), bahwa guru bisa menggunakan berbagai aplikasi digital yang sesuai dengan kemampuan guru dan siswa. Sejauh ini banyak guru mengajak siswa menggunakan aplikasi SiPintar, Rumah Belajar, Google Form, atau Google Classroom.

Tidak jarang, para guru juga menggunakan aplikasi Zoom untuk bertatap muka atau melakukan review mandiri sebagai pengganti penilaian harian (PH).

Bahkan, bila para guru membutuhkan penilaian fisik, terkadang juga meminta para siswa mengirimkan dokumen berupa aplikasi video.

“Artinya, tidak monoton dengan menggunakan satu metode pembelajaran. Tidak setiap pembelajaran daring siswa hanya diminta membaca buku materi dan menjawab soal-soal, kemudian melaporkan kepada guru melalui foto tugas atau mengisi form,” terang Eddi Suryanta Surbakti.

Lanjut Kadisdik menyampaikan, dengan berbagai metode yang dikuasai guru saat pembelajaran tatap muka, bisa diaplikasikan dalam bentuk pembelajaran daring di masa pandemi ini. 

"Guru dinilai lebih paham penggunaan metode yang sesuai dengan siswanya masing-masing".

“Yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran daring, guru harus mampu mengoptimalkan konsentrasi untuk mengedukasi siswa pada 20 menit pertama. Jika tidak, guru akan menghadapi siswa yang tidak bergairah sepanjang pelajaran daring itu,” ujarnya.

"Selanjutnya Eddi  mengimbau guru tidak berhenti berinovasi menciptakan metode pembelajaran yang belum ada. Namun metode itu tetap menarik, menyenangkan, dan materi tersampaikan ke siswa, yang muaranya siswa memahami dan mengerti materi pelajaran.

“Di masa pandemi ini, guru bisa menciptakan metode baru dalam pembelajaran daring. Menyesuaikan aplikasi yang digunakan, durasi waktu, media, alat peraga, rentang waktu mengerjakan tugas, dan lainnya,” lanjutnya.

Eddi Suryanta pun menyadari, meski terlihat menyenangkan, pembelajaran jarak jauh bukanlah hal mudah bagi para siswa, guru, dan orangtua. Sehingga komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua harus dijalin secara maksimal. Sehingga dengan memaksimalkan metode pembelajaran, jangan sampai anak justru merasa jenuh karena merasa tidak ada waktu untuk istirahat.

“Guru juga harus menghindari jangan sampai orangtua merasa terbebani ketika anaknya mendapat tugas, terutama di tingkat SD dan sekolah seperti PAUD dan TK,” imbau Eddi.

Eddi mengatakan, pada semester genap 2020/2021 ini pihaknya akan lebih intens memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di sekolah-sekolah. Terlebih menghadapi AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) sebagai pengganti ujian nasional, maka sekolah dan guru harus ekstra dalam menyiapkan siswa menghadapi ujian itu.

“Semoga para guru khususnya di Kota Magelang ini selalu semangat dan inovatif dalam memaksimalkan PJJ, serta mengajak siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP untuk konsentrasi menghadapi ujian nasional, meskipun nantinya masih dilaksanakan secara online,” pungkasnya Eddi Suryanta Surbakti.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size