Skip to main content
Kejadian Demo Masyarakat Muratara

Pendemo Coreng Kedamaian Pemkab Muratara

Muratara,Tuntasonline.com - Kabupaten Musi Rawas Utara(muratara) terus tercoreng oleh aksi pendemo yang seringkali menutupi akses jalan Lintas Sumatera. 

Padahal, Kabupaten Musi Rawas Utara(muratara) merupakan daerah perlintasan bagi lima provinsi. Bahkan, Daerah Otonomi Baru (DOB) pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas ini cukup kaya sumber daya alam,Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan kinerja pemerintah setempat.

Terbukti, tradisi menutup jalan lintas nampaknya merupakan solusi bagi masyarakat dalam pemecahan masalah. Aksi demo tutup jalan terus menerus terjadi tanpa dapat dicegah oleh pemerintah dan aparat hukum yang ada.

Kali ini aksi demo tutup atau blokir Jalan Lintas Sumatera dilakukan santri Pondok Pesantren At Tauhid Desa Maur,Kecamatan Rupit,Kabupaten Muratara, Jumat (17/11).

Puluhan santri memblokir jalan membakar ban dan duduk ditengah jalan dengan spanduk bertuliskan “Bebaskan Ustad Zul Kifli” dari tahanan sebab menurut massa aksi demo ustad Zulkifli tidak bersalah.

Ustadz Zulkipli pengasuh Pondok Pesantren At Tauhid Desa Maur Lama,Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara terindikasi dituduh mencabuli lima santriwatinya dan pelaku telah ditahan di Mapolsek Rupit.

Perbuatan cabul sang Ustad diketahui setelah santri (korban) mencerita  kan kronologis kejadian kepada orang tuanya bahwa ustad memanggil korban keruangan dan mengancam jika ingin naik kelas harus mau dipegang-pegang olehnya. Emosi keluarga korban pun memuncak tidak terima denggan perlakuan tersebut dan melaporkannya ke polisi.

Kapolres Musi Rawas,AKBP Pambudi melalui Kapolsek Rupit, AKP Yulkifli saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pencabulan dan tengah melakukan pengembangan kasus. (Drs)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size