Skip to main content
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memberi sambutan pada Peluncuran Buku Danau Toba dan Mangongkal Holi di Jakarta, Kamis (24/8). Peluncuran diwarnai pameran foto budaya Batak. (LIputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Formula Distribusi Dana Desa Akan Diubah

Pemerintah akan mengubah formulasi penyaluran Dana Desa pada 2018. Perubahan formulasi ini sebagai langkah antisipasi dini terhadap indikasi adanya pelambatan ekonomi di tengah masyarakat.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjelaskan, jika sebelumnya faktor pemerataan sangat dominan sebagai pertimbangan pengalokasian dana desa kini faktor tersebut sedikit berkurang. 

"Kami pada tahun depan akan mempertimbangkan angka kemiskinan desa,” ujar dia pada acara diseminasi dana desa "Optimalisasi Dana Desa dalam Mendukung Pemberdayaan Masyarakat dan Perekonomian Desa" di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, seperti ditulis Minggu (17/12/2017).

Eko mengatakan, aspek pemerataan, jumlah penduduk desa, angka kemiskinan desa, luas wilayah desa, tingkat kesulitan geografis desa hingga aspek status desa menjadi pertimbangan pemerintah dalam distribusi dana desa. Menurutnya prosentase 90 persen aspek pemerataan menjadi faktor pertimbangan utama dalam mendistribusikan dana desa akan diturunkan.

“Tahun ini prosentase aspek pemerataan diturunkan di angka 77 persen sedangkan pertimbangan angka kemiskinan desa ditingkatkan. Bisa saja nanti di desa angka kemiskinannya relatif tinggi mendapatkan alokasi Dana Desa lebih besar dari pada desa yang angka kemiskinannya relatif rendah,” ujarnya

Selain formulasi distribusi pemerintah tengah giat mengintensifkan program padat karya dari dana desa mulai tahun 2018 mencapai 30 persen. Jika ada Rp 60 triliun alokasi dana desa maka Rp 18 triliun di antaranya digunakan untuk membiayai program padat karya.

"Dana sebesar itu diproyeksikan akan menciptakan 6,6 juta tenaga kerja,” ujarnya.

Menteri Eko berharap agar perubahan pengelolaan Dana Desa tersebut dapat menjaga daya beli di kalangan warga desa. Menurutnya seiiring penurunan harga komoditas dunia berpengaruh di kalangan warga desa. Hanya saja dampak pelambatan ekonomi dunia ini di Indonesia dapat diantisipasi dengan baik dengan tidak adanya peningkatan angka kemiskinan di perdesaan.

“Bahkan berdasarkan survei BPS angka kemiskinan di kawasan perdesaan mengalami penurunan walaupun angkanya relatif kecil,” katanya.(**)

Sumber : Liputan6.com

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size