Skip to main content
Ketua Pusat Kajian Korupsi Indonesia (PUSKAKI) Bengkulu, Melyan Sori

Puskaki Minta Pihak Sekolah Tidak Lakukan Pungli

Pendidikan,To.com - Ketua Pusat Kajian Korupsi Indonesia (PUSKAKI) Bengkulu, Melyan Sori meminta pihak SDN 38 Kota Bengkulu tidak lakukan pungli terkait dengan pemutaran film edukasi 3D pada Senin, 5/2/2018 lalu. 

"Untuk pemutaran film edukasi 3D ini seharusnya gratis, karena untuk masalah listrik sudah tanggungan pihak sekolah dan juga tempat pemutara  film tersebut diruang kelas yang merupakan fasilitas yang dimiliki sekolah tidak menyewa ke pihak lain", kata Melyan Sori kepada wartawan tuntasonline.com, Rabu 7/2/2018. 

Sebelumnya media tuntasonline.com memberitakan soal adanya dugaan pungli di pemutaran film edukasi 3D. Dugaan ini mencuat karena adanya pungutan 20.000/siswa, apalagi menurut orang tua siswa tidak ada rapat wali murid terlebih dahulu untuk meminta biaya tersebut.

Dan juga pihak sekolah seolah menghindar ketika diminta konfirmasi terkait biaya yang dibayarkan siswa untuk menonton film 3D itu. Bahkan Kepala Sekolah SD 38, Fatmasyuri ketika wartawan tuntasonline.com meminta konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan via telpon dia ada respon sama sekali. Serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu melalui Kabid Dikdas, Zainal Azmi mengatakan pihaknya tidak mendapat laporan adanya pemutaran film 3D di SD 38. 

Menurut Melyan Sori tidak ada aturan yang membenarkan adanya pungutan biaya di sekolah, "Jangan sampai ini menjadi modus untuk meraup keuntungan . Himbauan saya uang itu dikembalikan jika sudah terjadi pemungutan, jika belum harap dibatalkan", katanya. 

     Ditambahkannya pihak orang tua siswa bisa melaporkan pihak sekolah ke siber pungli, "Jika sudah terjadi pungutan pihak orang tua bisa untuk melaporkan ke siber pungli sebagai korban. Nominal persiswanya mungkin tidak terlalu besar tapi jika digabungkan 20.000/siswa untuk satu sekolah itu nominal yang besar", demikian Melyan. (cw5)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size