Skip to main content
Pekerjaan Pagar Yang dikeluhkan Masyarakat

Anggota DPRD Komisi D Kecewa Dengan Pekerjaan Pagar Sekolah

Karawang, Tuntasonline.com - Menagapi Keluhan Masyarakat terkait pekerjaan pembangunan Pagar Sekolah SMPN 3 Rengasdengklok,Anggota DPRD Komisi D Mengutarakan kekecewaannya.

Hasil informasi yang dihimpun Wartawan Tuntasonline.com, terkait pelaksanaan pembangunan SMPN 3 Rengasdengklok, Andi La Ode, sehingga angkat bicara.  Dirinya menyanggah bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Pelaksanaan Pekerjaan sudah selesai dan sudah dicairkan pembayaran pekerjaan tersebut kepada pelaksana pekerjaan itu,"kata Andi La Ode kepada awak media di kantornya, Rabu lalu (14/02), dan menurutnya pekerjaan pemagaran tersebut telah sesuai dengan RAB dan sesuai dengan harapan,

Hal tersebut Kita ada foto-fotonya dari awal sampai dengan selesai, kalau pun masih ada air dari area persawahan, Saya belum lihat lokasi saat datangnya hujan, untuk besaran Anggaran menurut saya kasek tidak penting untuk mengetahuinya,"tambah Andi.

Sementara itu Anggota DPRD Komisi D dari partai Golkar Asep Syaripudin mengutarakan kekecewaannya terhadap pelaksana pekerjaan yang tak bertanggung jawab dan terkesan asal - asalan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

"Memang harus menjadi perhatian pelaksana atau rekanan yang seperti ini, bukan permasalahan besar atau kecil Anggaran tetapi permasalahan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dengan anggaran yang relatif kecil seperti itu apalagi melaksanakan pekerjaan dengan anggaran yang besar?,"kata pria yang akrab di sapa Asep Ibe, saat dihubungi melalui telepon selullarnya, Selasa (20/02).

Masih menurut Asep Ibe, dari hasil pelaksanaan pembangunan haruslah dapat dirasakan manfaatnya dan dapat mengatasi permasalahan yang ada sebelumnya,

"Hal tersebut harus ada tindakan tegas terhadap pelaksana atau rekanan yang sembarangan dalam pelaksanaan pekerjaan terkait anggaran yang berasal dari APBD, apalagi indikator-indikator yang membuat pembangunan tersebut bisa dianggap bermanfaat dan menyelesaikan permasalahan yang ada, tak terealisasi. Seperti percuma atau sisa -sisa,"tegasnya. 

Sedangkan menurut komite Sekolah SMPN 3 maupun warga hasil pelaksanaan pekerjaannya tidak sesuai dengan harapan mereka dan terkesan ditinggalkan begitu saja oleh pelaksana pekerjaan atau yang sering di sebut kontraktor,"ungkapnya.(Sule)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size