Waspada Narkoba, SatGas Anti Narkoba Akan Dibentuk Disetiap SMA
Pendidikan,tuntasonline.com - Bahaya narkoba saat ini kian menghantui kalangan anak muda termasuk kalangan pelajar. Hal ini ditandai dengan masuknya narkoba yang jumlahnya sampai beberapa ton ke wilayah Indonesia termasuk juga diwilayah Provinsi Bengkulu.
Walaupun penyelundupan narkoba ini dapat digagalkan BNN Indonesia dan juga POLRI serta aparat hukum lainnya, tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda khususnya kalangan pelajar. Hal ini dikhawatirkan dimasa yang akan datang, para generasi muda khususnya di Provinsi Bengkulu menjadi generasi yang lemah dan tidak mampu bersaing dengan daerah lain.
Menurut Ketua Umum Satuan Tugas (SatGas) Anti Narkoba Provinsi Bengkulu, Dedi Haryadi masuknya narkoba dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia ini sangatlah mengkhawatirkan. "Kita seluruh lapisan masyarakat harus waspada dengan kejadian ini. Karena narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa. Maka dari itu kita perlu dukungan dari banyak pihak untuk memberantas narkoba ini", kata Dedi pada tuntasonline.com
Sebagai antisipasi terjadi penyebaran narkoba dikalangan pelajar, maka SatGas Anti Narkoba Provinsi Bengkulu akan membentuk SatGas Anti Narkoba di sekolah. "Kita sudah ada SatGas dibeberapa sekolah di Provinsi Bengkulu. Dan target kita tahun ini membentuk SatGas Anti Narkoba diseluruh SMA di Provinsi Bengkulu. Untuk target jangka panjang SatGas ini akan kita bentuk hingga tingkat SD", ujar Dedi.
Dilanjutkan Dedi tugas dari SatGas Anti Narkoba Sekolah ini nantinya setiap satu bulan sekali mereka akan memberikan penyuluhan anti narkoba kepada siswa yang lainnya di sekolah mereka masing-masing.
Di tempat terpisah, Doni Saputra selaku Penjangkau Lapangan bidang Narkoba dan penanggulangan HIV/AIDS mengatakan resiko dari pemakaian narkoba ini bukan hanya membuat pemakainya terciduk polisi tetapi juga memungkinkan pemakainya terjangkit penyakit berbahaya. "Tidak menutup kemungkinan terjangkit penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS. Hal ini disebabkan pemakaian narkoba dengan menggunakan jarum suntik", terang Doni.
Perlu diketahui SatGas Anti Narkoba Sekolah (SANS) ini berada dibawah koordinasi Direktorat Narkoba, sebagai ketua dewan penasehat yaitu Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Coki Manurung SH, M.Hum dan dewan pembina yaitu Dirnarkoba Polda Bengkulu, Ketua BNN Provinsi Bengkulu, Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dan dr. Anarulita Muchtar. (cw2)
- 173 views
Facebook comments