Akibat Penertiban PKL Panorama, Warga Malas Menyalurkan Suara Pada Pilwakot
Bengkulu, tuntasonline.com - Guna melerai kemacetan yang terjadi di Pasar Panorama, Satpol PP Kota Bengkulu menggelar Penertiban pedagang Kaki Lima (PKL) pada 08 Maret 2018 Dua Hari yang lalu. Penertiban berlangsung secara alot karena ada pedagang yang tidak terima.
Dari sekian banyak pedagang yang di tertibkan, banyak menarik simpatis dari beberapa pedagang yang lain yang tidak di tertibkan. Mereka menilai Pemerintah berlaku seakan tidak menghargai hak Masyarakat padahal Mereka bisa menjabat merupakan suara dari masyarakat.
Menurut Mereka, percuma penertiban dilakukan berulang-ulang karena hasilnya pasti akan nihil. Mereka mengklaim seharusnya Pemerintah jangan memperlakukan Mereka seperti itu tapi harus mecari solusi karena Mereka berjualan untuk sesuap nasi dan untuk kelangsungan hidup.
Ada yang dari Mereka geram dan tidak mau memilih pada saat Pilwakot 2018 Juni mendatang, karena Mereka menilai Pemerintah hanya bisa berjanji manis tapi pembangunan hanya berubah sangat lamban.
Berikut adalah salah satu penuturan dari pedagang "Kalo ngecek soal penertiban kemaren sayo agak bingung dek, takut salah kelak. Karno apo kami selaku Masyarakat cuman pacak ngikut bae, waktu penertiban kemaren kami sebenarnyo prihatin kek kawan yang lain tu. Diperlakukan cak itu nian, seakan idak nian dianggap padahal kami disiko hanyo cari sesuap nasi dan untuk kelangsungan hidup" ujar efendi.
"Inilah yang buek kami ko malas kalo milih-milih di pilkada atau semacamnyo dek, Pembangunan perubahannyo lambat tapi Masyarakat diperlakukan cak iko. Padahal Pemerintaj ndak sejahterahkan katonyo" ujarnya.
Mereka berharap Pemerintah khususnya Kota Bengkulu harus mencari solusi dengan memindahkan Mereka ke tempat yang layak dan strategis serta jangan diperlakukan kasar seakan tidak menganggap hak Mereka. (ReTra)
- 42 views
Facebook comments