'Warning OneWay' Seakan Diabaikan, Panwaslih Minta Kerja Sama Paslon
Bengkulu, tuntasonline.com - Penggunaan OneWay atau stiker yang dipasang di belakang menutupi seluruh bagian kaca belakang mobil tengah maraknya dilakukan ketika kampanye di Kota Bengkulu bahkan ada yang memanfaatkan sarana publik seperti angkutan umum. Dibalik kebandelan paslon yang diwarning, Panwaslih Kota Bengkulu minta kerja sama dan kesadaran dari Pasangan Calon Ketika kampanye.

Khusus Pilwakot 2018 Bengkulu telah banyak upaya kampanye yang dilakukan masing-masing Pasangan Calon Walikota-Wawali. Namun masih ada pasangan calon yang memakai media OneWay/Stiker tempel di kaca belakang mobil tersebut dalam kampanyenya, temuan terakhir pada angkutan umum. Padahal jelas-jelas pemakaian OneWay atau Stiker tersebut jelas-jelas melanggar PKPU No 26 ayat 1, tidak hanya itu OneWay tersebut juga melanggar UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Panwaslih telah memberikan peringatan dan mejalankan prosedur penindakan terhadap OneWay tersebut dan telah bersinergi dengan panwascam. Namun tetap saja ada Pasangan Calon peringatan tersebut tetap saja seakan tidak diindahkan.
Dalam penuturannya Ketua Panwaslih Kota Bengkulu Rayendra menjelaskan bahwasannya pihaknya telah berkordinasi dengan pihak kecamatan guna menindak jikalau ada pelanggaran. Serta menjelaskan kampanye tidak boleh memggunakan sarana publik termasuk juga angkot.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak pawascam, jikalau ada temuan tolong langsung ditindak. Stiker itu kan ada ukurannya, ada tempat yang tidak boleh salah satunya sarana publik. Angkot kan sarana publik" tutur Rayendra.
Beliau juga menambahkan bahwasannya jikalau masih ada paslon yang melanggar walaupun telah di peringatkan/Warning tinggal di paslonnya mau bekerja sama atau tidak guna menjadikan Pilwakot yang sehat dan bersahaja.
"Sekarang itu tinggal di Paslonnya lagi, penegakan hukum Pilwakot ini tidak bisa berjalan hanya sepihak tetapi juga harus ada kesadaran dari pasangam calon. Kita akan tetap tindak secara prosedur pelanggaran administrasi yang terjadi. Serta saya juga meminta kesadaran dan kerja sama dari Paslon untuk melancarkan pilwakot ini" tambah Rayendra. (ReTra)
- 57 views
Facebook comments