Skip to main content
Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2017 dan Rencana Kerja RAPB Tahun Kerja 2018

Rapat Anggota Tahunan,Kadis Koprasi dan UMKM Soroti Koprasi

Bengkulu, Tuntasonline.com - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Eddyson soroti kualitas Koperasi di Kota Bengkulu dalam Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2017 dan Rencana Kerja RAPB Tahun Kerja 2018 yang diselenggarakan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI) di salah satu Resto dikawasan Jalan Pariwisata Pantai Panjang pada Selasa(15/5).

Rapat Anggota tahunan ini dihadiri oleh Ketua Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI), Kapala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, serta Perwakilan Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (GKP-RI) Kota Bengkulu. Dalam rapat ini dibahas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) Tahun Kerja 2018. Dalam sambutannya, Kadinkop dan UMKM Eddyson sempat membahas terkait Kualitas Koperasi yang saat ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat.

"Kalau bapak ibu tidak melakukan rapat anggota dua tahun berturut-turut jangan salah, koperasi bapak ibu dalam data di Kementerian Koperasi akan tercoret sendiri. Karna Kementerian Koperasi sekarang bukan mencari kuantitas lebih dulu melainkan mencari koperasi berkualitas. Makanya kalau koperasi bapak dan ibu berbadan hukum," ungkap Eddyson dalam arahannya sebelum membuka kegiatan Rapat.

Ketika ditanyai lebih lanjut terkait statemennya, Eddyson mengatakan saat ini bukan lagi seperti dahulu yang mengutamakan jumlah Koperasi dibandingkan kualitas Koperasi. Akan tetapi, semakin banyaknya koperasi saat ini tidak berbanding lurus dengan efek yang ditimbulkan yakni mengembangkan perekonomian masyarakat. 

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi mengutamakan Kualitas Koperasi agar mampu mengembangkan perekonomian masyarakat. Kriteria penilaian Kualitas Koperasi itu sendiri berdasarkan dampak yang ditimbulkan koperasi terhadap anggota.

"Kementerian Koperasi sekarang lebih banyak istilahnya mencari koperasi yang berkualitas. Koperasi berkualitas itu kita lihat dari usaha-usahanya yang istilahnya banyak manfaatnya bagi anggota itu kita lihat dari SHU nya," kata Eddyson ketika diwawancarai awak media usai kegiatan.

Dengan adanya kriteria tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM saat ini masih melakukan penilaian terhadap Koperasi-koperasi yang terdaftar. Eddyson menambahkan, dari kurang lebih 980 Koperasi yang terdaftar baru sekitar 300 koperasi yang dinyatakan berkualitas. 

"Sekarang kita dalam tahap penilaian, sekarang nih dari hampir 980 koperasi yang saya lihat sudah bagus dan berkualitas itu sekitar 300 koperasi, jadi presentasenya 30-40 persenlah," tambahnya.

Selain itu, Eddyson sebelum memulai rapat menanyakan terkait kehadiran peserta rapat. Hanya 56 orang dari 117 orang yang seharus hadir dalam rapat tersebut. Setelah dikonfirmasi ke bagian administrasi, dijelaskan bahwa dari 117 orang hanya 67 orang yang aktif. Aktif dalam hal ini dimaksudkan orang-orang yang secara berkala membayar simpanan wajib. Sedangkan 50 orang yang tidak aktif dikarenakan tidak lagi membayar simpanan wajib tersebut. 

Cukup banyaknya anggota non-aktif ditengarai karena proses pembayaran simpanan wajib yang selama ini menggunakan metode bayar langsung secara tunai yang menyulitkan anggota. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Eddyson bersama jajarannya akan menggunakan metode transfer dan mengumpulkan anggota koperasi kedalam satu jejaring yakni grup Whatsapp yang saat ini memang sedang digandrungi. Hal tersebut dalam rangka mengaktifkan kembali anggota-anggota yang sudah dinyatakan tidak aktif.(CW4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size