Warga Keluhkan Jembatan Penghubung,Syafriandi : Kita Sudah Ajukan Proposal,Karena Anggaran Itu Dana On Call yang ada di BPBD Provinsi
Bengkulu, Tuntasonline.com - Warga keluhkan jembatan penghubung antara Kelurahan Kampung Bahari dengan Kelurahan Teluk Sepang yang sudah bertahun-tahun tak kunjung mendapat perbaikan sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat.
Jembatan yang tak kunjung mendapat perbaikan di Kelurahan Teluk Sepang memaksa masyarakat melintasi jalan perindustrian yang berada di kawasan Pulau Baai.
Seperti diungkapkan Ketua RW 03 Kelurahan Teluk Sepang Ujang Usman, rusaknya jembatan tersebut telah berlangsung selama 4 tahun. Akan tetapi, hingga saat ini Pemerintah Kota belum memberi perbaikan dan tindakan terkait ambruknya Jembatan tersebut.
"Jembatan ini sudah 4 tahun ambruk dan hingga saat ini Pemerintah Kota Bengkulu belum memberikan responnya terhadap jembatan penghubung dari Teluk Sepang ke Kampung Bahari," ungkap Ujang ketika diwawancarai selasa(15/5).
Dalam wawancaranya, Ujang menambahkan selama empat tahun ini masyarakat Kelurahan Teluk Sepang terpaksa melintasi jalur truk-truk yang mengangkut batubara.
"Sekarang masyarakat di sini harus melintasi jalan yang dilalui oleh truk pengangkut batu bara karena jalan penghubung satu-satunya yang mereka punya telah ambruk," tambahnya.
Disamping itu, ketika dikonfirmasi pihak Pelindo membenarkan bahwa selama ini masyarakat Kelurahan Teluk Sepang melintasi jalur Perindustrian yang dilalui truk pengangkut batu bara.
Dijelaskan Asisten DJM pengendalian mutu dan PSO Mad Tasar bahwa pihaknya memaklumi jika masyarakat Kelurahan Teluk Sepang melintasi jalan yang diperuntukkan untuk kegiatan perindustrian dikarenakan keterbatasan akses yang bisa digunakan oleh masyarakat.

"Kami memaklumi jika masyarakat melintasi jalan tersebut karena kami tahu jalan tersebut merupakan jalan satu satunya untuk keluar menuju pusat kota," jelas Mad Tasar.
Kendati demikian, Mad Tasar menegaskan bahwa jalur yang dipakai masyarakat bersifat sementara. Karena wilayah Perindustrian yang biasanya dilalui masyarakat sejatinya tidak diperuntukkan untuk masyarakat umum karena jalur tersebut sangat berbahaya untuk dilewati.
"Untuk sementara saja, jalur Perindustrian ini akan ditutup dan tidak boleh sembarangan orang melintasi nya," tegasnya terkait peruntukkan jalan tersebut.
Dengan kondisi yang ada saat ini, masyarakat Teluk Sepang berharap agar pemerintah dapat memperhatikan dan memperbaiki kondisi jembatan penghubung untuk memudahkan akses masyarakat.

Terkait permasalahan ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu, Syafriandi tidak membenarkan keterangan masyarakat yang mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung selama 4 tahun.
"Saya jadi pelaksana tugas saja belum tiga tahun, jadi permasalahan itu baru sekitar satu setengah tahun," ucap Syafriandi.
Syafriandi juga menambahkan bahwa pemerintah sudah mengusahakan perbaikan jembatan tersebut. Perbaikan jembatan diusulkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu dan untuk teknis diserahkan ke Dinas PU Kota. Syafriandi mengaku sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi jembatan tersebut. Dinas PU kota juga sudah mengajukan proposal ke Pemerintah pusat untuk segera membenahi permasalahan tersebut.
"Awalnya jembatan ini akan dikerjakan oleh dana On Call, dana On Call yang ada di BPBD Provinsi. Itu sudah kita ajukan proposal ke pusat, dari PU kota itu sangat support untuk permasalahan itu. Kita tunggulah BPBD seperti apa. Dana On Call itu adalah dana yang siap di Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB namanya. Dana itu milik BNPB, BPBD tidak memiliki dana itu," tambahnya.
Diperkirakan Syafriandi, dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan tersebut sebesar Rp 6,5 Miliar dan sudah diajukan ke pemerintah pusat.
Dalam memperbaiki jembatan tersebut lanjut Syafriandi harus ada penanganan terlebih dahulu oleh pihak terhadap jembatan yang terdapat dikawasan Pelindo, setelah dua jembatan tersebut dilakukan perbaikan baru jembatan ketiga dilakukan perbaikan oleh pemerintah. Ketika ditanya terkait penganggaran, Syafriandi mengatakan jika semua sesuai dengan rencana, tahun depan akan dianggarkan. (CW4)
- 86 views
Facebook comments