Pipa PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field di Sabotase OTD,Pihak Terkait Lalai
Muba,Tuntasonline.com - Pipa Transfer minyak mentah milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang berlokasi di Desa Setia Jaya Kabupaten Musi Banyuasin perbatasan Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali di sabotase oleh orang tidak dikenal hingga saat ini Pihak terkait Lalai.
Pantauan Wartawan Tuntas Online dilapangan Tak tanggung-tanggung, kebocoran kali ini ada lima titik di jalur pipa yang sama, yang mengakibatkan semburan minyak mentah menyasar ke kebun-kebun karet milik warga serta masuk ke sungai disekitar lokasi pipa yang bocor, mengakibatkan air sungai berubah jadi hitam pekat dan berbau. Sedangkan hutan dan pohon karet milik warga yang terkena semburan minyak, terlihat mengering dan mati.
Atas kejadian itu sangat disayangkan, meski kejadian bocornya pipa minyak tersebut diketahui sejak Selasa (15/5) lalu, tetapi pihak Pertamina seolah lambat menangani kejadian kecocoran pipa minyak yang mencemari lingkungan dan seolah dibiarkan berceceran dimana-mana.
"Kejadian itu diketahui sudah berapa bulan yang lalu , tetapi pihak Pertamina tidak pernah berkoordinasi dengan kami selaku pemerintah desa. Padahal lokasi itu jelas masuk ke wilayah Talang Akar," ungkap Heru Martin, kepala desa Talang Akar, Minggu (20/5).
Banyak kebun warga jadi korban semburan minyak yang berasal dari pipa yang bocor, namun dikatakan Heru Martin, pihak Pertamina selalu beralasan bahwa akibat disabotase, jadi tidak ada ganti rugi,Ujar Heru.
"Kami minta secepatnya dibersihkan, dan kalau memang itu disabotase, ungkap siapa pelakunya, karena pihak Pertamina banyak memiliki tenaga keamanan, sebab akibat kejadian itu banyak warga yang tidak bersalah jadi korbannya," tandasnya.
Sementara Lembaga Gerakan Pemerhati Lingkungan (LGPL) Fausy Ahmad mengatakan, kami sangat prihatin dan sangat mengencam keras atas kinerja pihak PT Pertamina yang sangat lamban dalam menangani limbah seperti ini dan ini di ketahu sudah lama Mengalami kebocoran, kejadian ini sudah hampir empat bulan lamanya , tapi tidak ada sikap tegas dalam menangani limbah ini sendiri
yang dulu saja ada tuju titik mengalami kebocoran dan kali ini ada lima titik kebocoran pada jalur yang sama, kenapa limbah ini sudah sekian lama di biarkan begitu saja,pungkas Fausy.
Lahan masyarakat yang terkontaminasi limba itu bahkan belum sama sekali di bersihkan oleh pihak pertamina oleh sebab itu kami dari LGPL akan melalukan upaya hukum, kami akan berkoordinasi kepada pemerintah kabupaten setempat bagai mana tindakan Dinas lingkungan Hudup setelah itu kalau tidak ada tidakan tegas kita akan melakukan upaya ke kementrian Lingkungan Hudup,karna ini sudah mengancam ekosistim yang ada. Pungkas nya .(Anelka)
- 93 views
Facebook comments