Tekan Hoax, Guna Tingkatkan Investor
Bengkulu, Tuntasonline.com - Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan pihaknya gencar melakukan penekanan hoax terkait pasar modal. Serta menekankan bahwa saham itu berbeda dengan forex.
"Hoax banyak terkait pasar modal sehingga spekulasi yang negatif, forex itu beda dengan saham. Melawan hoax agar hilangnya kekuatiran para investor di Indonesia khususnya Bengkulu," ungkap Bayu.
Ia juga memaparkan Macam-macam Instrumen pasar modal Indonesia untuk berinvestasi diantaranya saham, Reksadana, obligasi, Beragun aset, Dana investasi real estate, Option saham.
Tercatat jumlah investor SID (Single Investor Identification) sebanyak 4.197 orang per 31 Mei 2019. Dimana sebelumnya sejumlah 3551 investor per 2 Januari 2019.
"Inilah yang menarik di Bengkulu, kalau di luar pulau, justru yang rentan usia lebih tua lebih dominan main saham, sementara kalau di Bengkulu justru kaum-kaum milenial yang mendominasi," ucap Bayu Saputra, Jum'at (21/6/2019).
Sebanyak 2.053 orang kaum milenial dengan rentang usia 18-25 tahun di Bengkulu yang ikut menjadi penyumbang saham. Rentang usia 26-30 tahun sebanyak 687 orang, rentang usia 31-40 tahun sebanyak 841, rentang usia 41-100 tahun hanya sebanyak 610 orang.
Menurut Bayu hal ini tersebut dikarenakan menggerakkan sosialisasi kepada kaum muda milenial sehingga penyebarluasan informasi dapat maksimal.
Banyak kaum mileniual yang berinvestasi
Jumlah investor Bengkulu berdasarkan pekerjaannya kebanyakan pelajar. Di kota Bengkulu tercatat sebanyak 2367 investor dengan profesi pelajar.
"Investor mahasiswa itu tersebar dari unib dan IAIN, saham yang diminati kebanyakan saham dibawah 500rb. Meskipun mereka aktif dalam penanaman investasi," tutupnya.(Cw1)
- 25 views
Facebook comments