Skip to main content
Penulis Rindu dan Covid-19

Rindu dan Covid-19

Takbir menggema bersahutan di seluruh antero dunia, biasanya di momen Idul Fitri dan Idul Adha adalah momen di mana kebersamaan terjalin antara anak rantau dan keluarga.

Semua berubah dengan cepat, pandemi Covid-19 yang melanda dengan sekejap merubah semua tatanan kehidupan. Semua hal berhubungan dengan kontak fisik sangat dibatasi menghindari penyebarannya cepat yang sering diibaratkan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Hal inilah yang aku lihat dari renungan si Pemuda Perantau itu duduk termenung menahan segala rindu untuk mudik ke kampung halaman.

Biasanya hari raya selalu diisi dengan nuansa kebersamaan, kini harus dibatasi dengan tidak berjumpa dan bersalaman. Kegelisahan inilah yang menyimbolkan erat raut pemuda perantau itu yang terlukis dari kerutan keningnya dan tadahan tangan ketika berdoa.

Tak ada jalan lain, dirinya harus menahan rindu untuk berjumpa Keluarga, keselamatan mereka adalah yang utama dan tak ternilai harganya. Menahan rindu bukanlah hal yang sulit asalkan keselamatan mereka tetap terjaga. Mungkin itulah yang berkecamuk di kepala pemuda itu.

Sesuai himbauan Pemerintah, semua perantau diminta untuk tidak mudik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini dinilai efektif untuk mengurangi kegiatan yang di luar ruangan yang tidak bisa dipungkiri akan menimbulkan kontak fisik secara langsung.

Jadilah garda terdepan, tahan rindumu agar tak berakhir pilu. Secerca harapan pun dipegang demi keselamatan keluarga tercinta. Jika rindu sampaikan melalui doa dan solatmu agar mereka yang dirindukan tetap dalam naungan dan lindungan Tuhan yang maha esa.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size