Skip to main content
Minta Evaluasi Manajemen Nakes RSMY Teriakan 'Ganti Dirut'

Minta Evaluasi Manajemen, Nakes RSMY Teriakan 'Ganti Dirut'

Bengkulu, TuntasOnline.com - Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Mauhamad Yunus (RSMY) Bengkulu menggelar aksi demonstran di depan halaman Rumah Sakit, Senin (8/2).


Dalam demonstran tadi para Nakes memberikan orasinya serta peserta demo mendesak agar tuntutan dan hak mereka segera dipenuhi pihak manajemen RSMY Bengkulu karena sudah berbulan-bulan tidak dibayarkan.


Para peserta aksi terdiri dari dokter spesialis, bidan, perawat, apoteker, gizi, analis, dan petugas laundry. Peserta juga membawa spanduk dengan beragam tulisan yang berisikan tuntutan kepada pihak Managemen RSMY Bengkulu.


Nakes tersebut mengaku belum mendapatkan gaji insentif setelah sejak Maret 2020 pada saat menangani pasien konfirmasi positif COVID-19.


Dari berbagai spanduk dibentang di depan halaman RSMY berharap pihak manajemen dapat menerima aspirasi dan segera mengabulkan permohonan mereka. 


Dari berbagai spanduk bertuliskan "Cairkan segera Remun November, Desember, Januari 2020 sampai dengan 2021", "Evaluasi segera manajemen RSMY", "Kok gue selalu jadi korban PHP", "Semangat tetap kawal pencairan dana COVID-19, dan lain-lain.


Dari demo tersebut, koordinator aksi Saleh menyebutkan pelayanan tetap berjalan tanpa mengganggu pekerjaan yang ada.


Waktu Nakes tidak menerima gaji bervariasi ada yang selama 3 bulan, 5 bulan, 8 bulan dan 10 bulan.

Melalui data terhimpun, para Nakes turut disomasi oleh Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit karena dinilai telah melanggar etik kerja Nakes.

Adapun yang menjadi tuntutan peserta aksi antara lain dana Remon rasi terhitung sejak bulan November sampai Januari. Lalu, uang lauk pauk (ULP) terhitung sejak bulan November hingga Januari dan Insentif Covid19 sejak bulan Juni 2020 sampai Januari 2021.


"Kalau untuk besarannya bervariasi sesuai dengan golongan ASN-nya. Yang jelas kami minta hak kami dibayarkan karena sudah lama kami menanti. Kami mendesak Dirutnya diberhentikan karena sudah menzolimi kami," terang peserta aksi.


Menanggapi aksi demo tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, usai melakukan peresmian ruangan laboratorium covid19 mengaku senang dengan aksi demo para tenaga kesehatan RSMY Bengkulu. Karena itu bagian dari aspirasi dan kritikan untuk perbaikan dalam pengelolaan RSMY.


"Saya belum tahu apa yang menjadi tuntutan mereka. Dan saya belum ketemu. Nanti akan kita bicarakan dengan manajemen," singkat Rohidin.


Sementara pihak pemerintah provinsi Bengkulu, melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menjanjikan akhir Februari 2021 pihaknya akan membayar gaji tersebut.  (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size