Dugaan Penggelapan Uang Arisan di Karo Hebohkan Publik, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Karo,Tuntasonline.com - Viralnya Arisan Online yang menggemparkan masyarakat Bumi Turang Tanah Karo Pasalnya Owener yang berperan dalam pengumpulan uang dari nasabah yang diduga mengelapkan uang nasabah sekira 4 Milyar rupiah.
Owner inisial LEM (31) yang menurut para korban (nasabah) anggota arisan online lebih kurang 200 orang, baik dari Tanah Karo maupun dari luar Tanah Karo, bahwa jumlah kerugian mereka bervariasi, mulai dari 30 juta hingga mencapai 780 juta.
Kejadian penipuan dengan modus Arisan Online tersebut mulai tercium pada hari Senin (24/05/2021) kemarin ketika di grup dari masing-masing anggota Arisan tersebut ada komplain terkait adanya keterlambatan pencairan dari Owner arisan tersebut kepada anggota nasabah.
Dari kejadian tersebut, sehingga secara Spontanitas anggota Arisan mendatangi rumah Owner inisial LEM br Tarigan di rumahnya, Kabanjahe.
Salah satu penginvest (nasabah) Boru Purba (28) warga Desa Kabanjahe, Kabupaten Karo enggan menyebutkan namanya karena takut di ketahui suaminya, menyampaikan, semalam teman-teman (nasabah) hanya Sebagian nasabah sudah membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo.
"Saat ini Owner LEM tersebut sudah tidak diketahui keberadaannya, namun beberapa waktu lalu menurut pengakuan Owner kepada kami, agar diberikan waktu berembuk dengan keluarganya untuk bisa mencairkan uang nasabahnya. Namun sayangnya kesempatan yang diberikan tersebut digunakan untuk kabur," "Kesal Beru Purba, Jumat (28/05).
Saat awak media mengkonfirmasi perihal pencegatan terhadap adik dari Owner LEM tersebut, salah satu diantara nasabah mengatakan, Karena ada bukti transfer uang dari Owner LEM yang kabur kepada adiknya tersebut.
"Kami menanyakan keberadaan Owner LEM kepada adiknya serta membujuk agar uang yang ditransfer dari Owner LEM yang merupakan kakak kandungnya agar diserahkan untuk kami bagikan kepada para korban nasabah,"ucap nasabah boru Perangin-angin.
Namun aksi pencegatan tersebut langsung dibubarkan Kasat Binmas Polres Tanah Karo AKP Budianta, serta meminta kepada para korban agar bersabar karena pengaduan korban sudah di laporkan di Polres Tanah Karo. Jangan berkerumun, sesuai anjuran dari pemerintah terkait protokol kesehatan, sehingga nantinya tidak timbul kluster baru covid-19.(RT/TO)
- 2110 views
Facebook comments