Skip to main content
Hasil Panen Warga di Desa Tanah Merah Menurun Akibat Sering Kehilangan

Hasil Panen Warga di Desa Tanah Merah Menurun Akibat Sering Kehilangan

BATUBARA, Tuntasonline.com - Hasil panen perkebunan warga di Desa Tanah Merah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir semakin menurun, pasalnya warga mengakui telah sering mengalami kehilangan.

Syarifuddin KS (48) Warga Dusun VII, Desa Titi Merah mengatakan, hasil panen sangat turun drastis, biasanya panen kelapa sawit bisa mencapau 1-1,5 ton, sekarang sangat turun, Sabtu (4/11/2021).

"Luas sawit saya 2 ha, sekali panen bisa 1,5 ton, dalam dua pekan, sekarang tinggal 200 - 300 Kg," sebut Syarifuddin.

Ini saya temukan sendal maling di kebun, ujar Syarifuddin sambil menunjukkan sepasang sendal jepit berwarna hitam.

Maling - maling sawit ini sepele, karena hukumannya sangat ringan, karena yg dicuri tidak sampai nilainya 2,5 juta, ungkapnya.

"Sementara kerugian saya dalam satu bulan sudah lebih 2,5 juta, karena dalam dua pekan bisa tiga kali mereka beraksi," ujar Syarifuddin dengan nada kesal.

Lain halnya dengan Muhammad Nur (53), juga mengungkapkan kekesalannya. "Luas lahan saya 5 ha, sekarang hanya dapat 150 - 300 kg, mau makan apa keluargaku," ketus M Nur.

Saya panen biasanya setiap satu pekan sekali bisa dapat 1,5 ton sampai 2 ton, sekarang habis semuanya. "Maraknya pencurian sawit pengaruh dari narkoba, kami berharap walaupun 2 atau 3 janjan sawit yang dicuri, pelaku dapat ditahan, agar ada efek jera," pinta M Nur, diaminkan oleh Syarifuddin.

Keluhan juga disampaikan oleh Nafi (45), maling beraksi saat warga lagi pulas tidur malam hari. "Lahan sawit saya dipinggir jalan yang ramai, dan diapit rumah warga, tapi mereka beraksi pada tengah malam," keluh Nafi.

Mohon kami kepada pihak Kepolisian agar maling kelapa sawit, agar ditahan, "kalau tidak ditahan maka hancurlah perekonomian kami pak," harap Nafi. (Zfn/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size