Ini Cerita Bupati Karo Usai Jalani Vaksinasi
Karo, TuntasOnline Com - Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karo, Sumatera Utara secara perdana dimulai di Rumah Dinas Bupati Bupati, Jalan Veteran Kabanjahe, Kamis (04/2) Pukul 10. 00 WIB.
Bupati Terkelin Brahmana, SH MH menjadi orang perdana yang menjalani vaksinasi disusul dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yakni Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Sik diwakili Kabag Sumda Kompol SP Anak Ampun, SH dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo Denny Ahmad, SH, MH, Wakil Ketua DRPD Karo, Davit Kristian Sitepu, Dansubdenpom I/2-1 Kapten Cpm Dwi Darsono, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, MKes, tokoh masyarakat serta tokoh agama. Sebelum disuntik vaksin jenis Sinovac, Bupati Karo Terkelin Brahmana terlebih dahulu menjalani screening termasuk pemeriksaan tensi darah.
Bupati Terkelin Brahmana pun mengimbau kepada masyarakat supaya tidak takut divaksin demi kebaikan. Biasa saja, rasanya tidak sakit sama sekali sewaktu di suntik, seperti digigit semut hitam bukan semut merah. Kalau semut merah kan lebih berasa, ini normal saja.
Dia mengaku juga tidak merasakan reaksi atau gejala perubahan pada kesehatannya. Selanjutnya, 14 hari ke depan, orang nomor satu di Kabupaten Karo ini akan menjalani vaksinasi lanjutan.
“Tak ada reaksi seperti pusing dan sebagainya,” sambung Terkelin Brahmana.
Menurutnya, untuk langkah selanjutnya, segera akan dilakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Kabupaten Karo.
“Vaksin sudah didistribusikan ke masing-masing puskesmas di 17 kecamatan se Kabupaten Karo. Untuk tahap awal ini memang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (Nakes),” terangnya.
Pasca vaksinasi ini, semua masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Sebab, sejatinya vaksin Covid-19 hanya menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik untuk melawan virus.
“Jadi tetap harus menerapkan protokol kesehatan karena menjadi satu-satunya cara yang efektif mencegah dan memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19,” dan meminta masyarakat untuk tidak ragu atapun cemas terhadap legalitas vaksin Covid-19," pungkas Terkelin.(RT/TO)
- 66 views
Facebook comments