Warga Menderita Melewati Jalan Jala Ini,Ditagih 20 Ribu
Seko Lutra,tuntasonline.com Masyarakat Seko sudah lama merindukan jalanan yang memadai diperbaiki oleh pemerintah provinsi,untuk menunjang perekonomian warga.
Masyarakat dan tukang ojek yang melintasi jalan yang dibuat oleh masyarakat setempat,ibarat jembatan( orang menyebut para-para bahasa setempat),mengeluh, pasalnya ditagih yang penunggu di para-para itu,sebanyak Rp.20 ribu per satu kali lewat,jadi kita pulang bayar lagi Rp.20 ribu pak," keluh Mirsan masyarakat Seko.
Padahal jalanan ini merupakan sumber mobilisasi roda perekonomian ke Seko dan sebaliknya. Bisa dibayangkan jalanan ke Seko memunculkan kendala dan hambatan,yakni banyak yang kayak seperti kubangan kerbau dan ironisnya kita disuguhi tangan meminta uang Rp.20 ribu melalui para-para(ibarat jembatan),ini mahal sekali dan sudah masuk kategori pemaksaan,karena kalau kita tidak punya uang bayar para-para untuk dilewati tidak di izinkan lewat disitu," wah ini menyakitkan," keluh Mirsan warga Seko yang mahasiswa dari Makassar,sambil mengelus-ngelus dadanya berceritera pada wartawan media ini.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi melalui Pemkab menghentikan kegiatan warga ini,karena bisa menimbulkan konflik dan pertengkaran,kasihan kami warga Seko dan pengocek diperas lagi dijalan itu. Biar warga secara pribadi membuat oara-para itu,janganmi terlalu mahal,cukuplah Rp.5 ribu saja,' sarannya.
Ditambahkannya,bahwa itu sekali lewat bayar Rp.20 ribu.
Pemerintah Provinsi melalui Pemkab Lutra,secepatnyq mengerjakan akses jalan ke Seko,karena sidah ada Dana dari Provinsi Rp.24 Milyar.
Terkait dengan jalanan yang dibuat ibarat jembatan(para-para,red),beberapa tukabg ojek yang ditemui media ini angkat bicara juga,supaya tidak bertambah rusak. Dan jalanan-para-para itu sudah lama dipungut pak,terpaksa kami bayar.
Sebaiknya Pemkab Lutra dan Kepolisian menghentikan kegiatan pungutan ini yang meresahkan warga yang melintas dijalan itu," imbuh mahasiswa ini. (Mirsan/yustus)
- 328 views
Facebook comments