Limba Cemari Sungai Warga ,Pihak Perusahaan Tidak Cepat Tanggap Dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan
Pali,Tuntasonline.com - Pipe line atau lintasan pipa transfer milik PT Pertamina Asset II Field Adera mengalami kebocoran diduga disebabkan dari korosi pada line pipa tersebut yang terjadi pada pekan lalu tepatnya disungai air payau desa perambatan kecamatan abab kabupaten penukal abab lemantang ilir (PALI),Minggu (25/03/2018).

Akibatnya dari insiden itu puluhan barel minyak mentah yang berceceran mencemari air payau yang berpotensi besar merusak ekosistem flora dan fauna diwilayah sekeliling sungai air payau desa Perambatan.
Namun atas adanya kejadian itu sangat disayangkan pihak perusahanan atau perseroan terbatas (PT) sebagai pengelolah belum bisa bekerja secara maksimal seperti yang telah diatur pada Pasal 40 UU Migas mengenai kewajiban-kewajiban Badan Usaha dalam rangka menjamin kelestarian lingkungan hidup, yaitu sebagai berikut :
- menjamin keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup dan menaati ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku dalam kegiatan usaha migas;
- melakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan atas terjadinya kerusakan lingkungan hidup, termasuk kewajiban pascaoperasi pertambangan;
- bertanggung jawab dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat setempat .
Melihat adanya fakta sektor industri migas yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, maka pemerintah memberikan aturan yang tegas terhadap kewajiban industri sektor migas untuk menjaga kelesatarian lingkungan. Hal ini diatur di dalam Pasal 74 ayat (1) UU PT, yang berbunyi sebagai berikut :
“Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.”
Dari penelusuran media ini dilapangan beberapa warga yang keluhkan pihak perusahan tidak cepat tanggap atas adanya insiden itu
Seperti yang disampaikan salah satu warga sekitar yang namanya enggan disebutkan bahwa saat pipa mengalami kebocoran pihak perusahan tidak langsung menutup atau membersihan ceceran minyak.
" Pecahnya pipe line transfer sudah beberapa hari yang lalu namun yang kami sesalkan pihak pertamina adera tidak cepat tanggap untuk membersihkan seluruh ceceran minyak, kejadian ini minggu malam pekan lalu, ketika saya melintas dijalan ini minyak sudah mengalir mengikuti air hujan yang ada diparit masuk ke sungai payau ditengah kebun karet warga," Ujar warga setempat.
Atas kejadian tesebut ketika di konfirmasih via telpon pada Senin ,26 maret 2018 Fredrik Legal dan Relation PT Pertamina Field Adera tidak menjawab telpon ,ketika media Tuntasonline.com menghubungi via whatsaapp ia mengatakan " Kita akan melalukan pembersihan namun terkendala hari sering hujan " Katanya Via Wa.(Anelka)
- 84 views
Facebook comments