Diduga Sumbang PAD 9 Jt, DisParProv Jadi 'Trending Topic' Terkait Sewa Stand
Bengkulu, TuntasOnline.Com - Dibalik kemeriahan Festival Bumi Rafflesia kian menjadi sorotan publik Bengkulu hingga Nasional karena sewa stand yang melangit, hal ini kian menjadi panas ketika harga stand tersebut yang melampaui harga sewa stand Ibu Kota Jakarta. Dari beberapa sumber, pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu diduga hanya menyumbang 9 Juta dalam PAD Provinsi Bengkulu.
Dari Investigasi TuntasOnline.Com ke beberapa sumber pada Jum'at (20/07), alhasil terungkaplah fakta yang mengejutkan publik dan menimbulkan berbagai spekulasi netizen. Menurut keterangan salah satu sumber yang tau mau disebutkan namanya mengatakan kawasan Sport Centre Bengkulu yang menjadi lokasi digelarnya Event Festival Bumi Rafflesia selama 5 hari tersebut, Pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu hanya menyewa lokasi dengan diangka Rp. 9.000.000,00 saja yang secara tidak langsung menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu.
Sebelumnya Lanjut Sumber menambahkan mengakui pihaknya tidak membuka stand mereka dikarenakan tidak ada yang bisa dipamerkan dalam Festival tersebut, serta harga sewa yang lumayan melangit sedangkan tidak dianggarkan pada awal tahun.
"Begini, sebenarnya apa yang mau kami pamerkan dalam stand tersebut, kalau kita berbicara logika. Sudah itu harganya lumayan tinggi dan memang tidak dianggarkan pada awal tahun" jelasnya yang awalnya menggunakan bahasa daerah.
Sepengetahuannya Sport Centre yang menjadi lokasi Event hanya disewa Rp. 9.000.000,00 selama event kepada UPTD yang dananya masuk kedalam PAD Provinsi Bengkulu,Ujarnya.
"Kalau tidak salah, pihak pariwisata sewa Sport Centre itu 9 juta kepada UPTD dan tidak mengetahui apakah sudah disetor apa belum, itu bisa dipertanyakan ke mana uangnya tersebut" tambahnya lagi.
Menyikapi hal tersebut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu Melyan Ansori angkat bicara, Beliau menilai harga sewa yang tinggi tersebut dapat menjadi faktor gagalnya meriah acara karena sepi dari kemeriahan stand.
"Itu Kelewat mahal, mestinya sesuaikan dengan yang biasa, seperti di Jakarta itu. Bila perlu harusnya lebih murah dari yang di Jakarta, sangat disayangkan juga kalau sepi" pungkasnya.
Untuk diketahui bersama, dalam hal stand pada event ini, pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu menjelaskan pihaknya telah menyerahkan kepengurusan stand kepada Event Organizer (EO). Dari brosur pada Event tertulis sebagai berikut :
Stand Standard 3x3 m untuk OPD In Door
Rp. 19.800.000,00/5 hari atau Rp. 3.960.000,00/hari
Tenda Kerucut 5x5 untuk OPD Out Door
Rp. 12.800.00,00/5 hari atau Rp. 2.560.000,00/hari
Untuk UMKM dari penelusuran langsung :
Rp. 5.000.000,00 - 9.000.000,00/5 hari atau Rp. 1.000.000,00 - 1.800.000,00/hari.
Dari perbandingan harga Stand yang diperoleh oleh TuntasOnline.Com dari beberapa sumber website tergambar data sebagai berikut :
a). Jakarta Education Festival :
- Stand 2x2 : Harga 300 rb/hari
Kelebihan : Kursi, Meja, Penerangan, Listrik dan Doorprize.
b). Jakarta Fashion Market 29 Sep -01 Okt :
- 1 sampai 1,5 juta/3 hari
- 800 ribu/hari. Serta harga sewa tersebut belum termasuk pajak, listrik, dan fasilitas lainnya yang digunakan.(ReTra)
- 81 views
Facebook comments