Skip to main content
Meliyan Ansori

Dikabarkan Petinggi RSMY Kompak Cuti, Puskaki Minta Pemprov Sikapi Serius

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Terkait pemberitaan adanya ambulan yang beralih fungsi menjadi mobil dinas pribadi, beberapa jurnalis berita online bermaksud menkonfirmasi secara langsung kepada Petinggi Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu pada Senin (27/08). Namun miris mereka dikabarkan cuti, hal ini langsung menuai kritikan LSM Pusat Kajian Anti Korupsi Indonesia (Puskaki) Bengkulu.

Sebelumnya informasi beredar bahwa mobil hitam bernomor polisi BD 72 yang selama ini digunakan salah seorang petinggi dan sering terparkir di RSMY selama ini, ternyata aslinya merupakan salah satu mobil ambulans yang pengadaannya pada tahun 2015, sebanyak 2 unit Innova tipe E dan aslinya berwarna putih.

Sedangkan, kendaraan dinas yang asli untuk petinggi RSMY tersebut hingga kini masih berada di salah satu bengkel di Kota Bengkulu dan membutuhkan biaya perbaikan senilai Rp 40 Juta, lantaran ringsek usai memakan korban jiwa di Jalan Jenggalu, Pantai Panjang Bengkulu pada Tahun 2015  lalu. Dimana mobil tersebut bertipe sama yakni Innova tipe E dan pengadaannya juga pada tahun 2015.

Melihat pemberitaan tersebut, beberapa jurnalis mencoba mendatangi RSMY guna mengkonfirmasi hal tersebut untuk berimbangnya suatu berita. Namun kejelasan akan polemik yang mencuat saat ini tersebut belum bisa didapatkan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh salah satu Security RSMY bernama Redi Apriyono yang tengah berjaga di depan pintu utama RSMY mengatakan bahwa para petinggi RSMY, mulai dari Direktur dan para wakilnya sedang tidak berada di tempat.

“Direktur sedang tidak ada pak, mobilnya juga tidak ada sedang cuti. Kalau Wadir (Wakil Direktur, red) juga tidak ada, mereka semua cuti,” kata Security RSMY tersebut, Senin (27/8/2018).

Saat ditanya terkait ada atau tidaknya surat cuti yang menyatakan kebenaran para petinggi RSMY tersebut cuti atau pengurus RSMY lainnya yang bisa ditemui untuk meminta kejelasan perihal tersebut, Security mengatakan tidak tahu.

“Tidak tahu saya pak, mereka semua cuti, alasan atau kemananya juga tidak tahu,” ujar Redi.

Setelah berjumpa dengan Security, awak media tersebut diarahkan ke ruang Pers Room RSMY, untuk menemui salah satu staf yang mengaku dari media RSMY atau media Nusantara terkini bernama Fetii Maiyindri, saat ditanya perihal kedatangan untuk konfirmasi terkait ambulans jadi mobil dinas pribadi petinggi RSMY tersebut, malah tak bisa menjelaskan apa-apa selain memberikan jawaban yang sama seperti Security.

“Kurang tahu kito pak. Pak Dir (Direktur, red) lagi sibuk, Wadir lagi cuti. Cutinya kemana kurang tahu juga pak,” jelas Fetii.

Pada saat itu juga, Fetii berusaha menghubungi Pak Karmen yang merupakan Humas RSMY Bengkulu, namun tidak berhasil. Menyikapi hal tersebut, Manager Eksekutif Puskaki Bengkulu Melyan Ansori menanyakan dalam rangka apa petinggi RSMY kompak cuti. 

Beliau berprasangka baik, jikalau petingginya perempuan mungkin saja cuti melahirkan jelasnya sambil tertawa. 

"Oh, kalau memang benar mestinya bergilir kalau memang mau cuti, eh Dir RSMY dan Wadir yang cuti tu cewek apo cowok?, kelak kalau cewek ntah nyo cuti melahirkan hahaha" jelasnya sambil bercanda. 

Meliyan Ansori juga meminta untuk Pemerintahan Provinsi Bengkulu untuk memantau jajaran agar dapat mengoptimalkan kinerja dalam pelayanan Rumah Sakit. 

"Kalau gitu mestinya kalau memang mendesak, mesti bergilir biar pelayanan tetap maksimal, tindakan yngg mesti dilakukan pemprov mengkonfirmasi sejauh mana urgensi cuti tersebut" tegasnya. (ReTra/BS)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size