Rapat Evaluasi, Wawali Minta Gubernur Tagih Janji KemenPUPR RI
Bengkulu, Tuntasonline.com - Banjir yang melanda kota Bengkulu beberapa waktu yang lalu menjadi topik pembahasan serius bagi pemerintah provinsi Bengkulu. Kota Bengkulu menjadi salah satu daerah yang menderita dampak kerusakan yang cukup parah akibat bencana banjir tersebut. Pada kesempatan itu juga, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta agar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah agar menagih janji Kementerian PUPR RI terkait bantuan perbaikan infrastruktur.
Diketahui sebelumnya, Gubernur Bengkulu bersama dengan Forum Koordinator Pimpinan Daerah (Forkompimda) Bengkulu bersama dengan Forkompinda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu dan stake holder terkait menggelar rapat evaluasi pasca bencana banjir dan longsor di Gedung Balai Raya Semarak Bengkulu pada, Senin (27/5/2019).
Pada rapat evaluasi ini walikota Bengkulu, yang diwakili oleh wakil walikota, Dedy Wahyudi menyampaikan, bahwa pihaknya bersinergi dengan seluruh OPD yang terkait di Kota Bengkulu guna mengantisipasi dampak dari banjir.
Dalam kesempatan yang sama Dedi Wahyudi juga mengajak para bupati yang ada di kabupaten Provinsi Bengkulu terkhususnya Bupati Bengkulu Tengah mengkaji pemanfaatan saluran pembuangan irigasi. mengingat aliran air dari hulu ke hilir saling berpengaruh baik di Kota Bengkulu maupun kabupaten yang ada di sekitarnya.
"Kota Bengkulu adalah salah satu daerah berdampak banjir, korban jiwa kami tidak begitu banyak hanya 23 jiwa, tetapi hampir setengah dari wilayah kota Bengkulu ini terkena dampak banjir,"ungkap Dedi Wahyudi.
Ia menambahkan hal tersebut tampaknya cukup sistemik dan perlu penanganan jangka waktu panjang. Pihaknya menyampaikan bahwa begitu curah hujan tinggi di daerah hulu walaupun di Kota Bengkulu tidak hujan maka bisa dipastikan dapat terkena banjir.
"Kota Bengkulu memiliki tipologi banjir, yang kemarin ini sangat unik karena hanya tempo 1 jam seperti air bah menurut pengakuan warga pukul 2 pagi air naik pukul 3 itu sudah terendam. Dan di kawasan Bentiring itu hanya tinggal tetap saja," ungkap Dedy.
Untuk diketahui dalam penanganan banjir kemarin walikota beserta jajarannya bekerjasama untuk membagikan nasi bungkus di mana membagikan sekitar 250 nasi bungkus kepada korban banjir. Hal ini dilakukan guna melakukan kesiapsiagaan bencana tersebut.
Dedy menjelaskan terkait penanganan banjir secara holistik yang berkepanjangan dan untuk kedepannya agar tidak terjadi hal yang sama kota Bengkulu yang terendam banjir. Pasca bencana banjir ini kota Bengkulu dijanjikan oleh Kementerian PUPR untuk mendapatkan bantuan senilai 5 M guna perbaikan infrastruktur kota.
"Alhamdulillah kemarin ketika kunjungan Menteri sosial kemarin, di Kementerian sosial itu ada anggaran kurang lebih dapat membantu perbaikan infrastruktur pascabanjir dan dijanjikan dana sekitar 10 M. Nanti pak gubernur mohon bantuannya dan Kadis sosial guna merealisasikan hal itu," tutup Dedy.(Cw1)
- 20 views
Facebook comments