Skip to main content
Mantan Anggota DPR RI H Serta Ginting dan Jhon Modal Pencawaan saat Berdialog dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana di Ruang Kerjanya

Serta Ginting Ajak Pemkab Karo Gali Potensi Wisata di Doulu

Karo,Tuntasonline.Com - Mantan anggota DPR RI H Serta Ginting dan pengusaha Hotel Tiga berastagi Jhon Modal Pencawan, Advokat Firdaus Tarigan, SH, MH, ajak Pemerintah Kabupaten Karo gali potensi wisata sekitar kawasan Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Hal ini diungkapkan oleh H Serta Ginting saat menemui Bupati Karo Terkelin Brahmana SH diruang kerjanya, Selasa (29/10) pukul 12.00 wib.

Menurutnya, alangkah populer dan  indah  kalau kawasan Doulu yang berada di kaki gunung Sibayak dapat ditata dan dijadikan Danau buatan dengan tidak merusak alam sekitarnya, Dari pada banyak berdiri bangunan-bangunan liar, kan lebih baik  dikelola menjadi kawasan objek wisata air," terang serta menyampaikan ide gagasannya.

Menyangkut dengan masalah status keberadaan tanah maupun  perijinannya , itu boleh kita akan telusuri. "Saya rasa kalau memang tanah itu masuk dalam daerah kawasan hutan lindung atau konservasi, boleh kita  koordinasi dengan instansi terkait yang mengelola atau yang menangani. Jika tidak terdampak bagian dari  merusak hutan  saya rasa boleh memanfaatkan lahan itu menjadi objek wisata," ujarnya lagi.

"Kalau soal anggaran, saya akan sanggupi mencari investornya, dan ini sudah pernah saya buktikan ketika dirinya  masih menjabat aktif sebagai anggota DPR RI. Kala itu, Saya bawa pemodal dari Cina, ternyata kita (daerah) tidak mampu bekerjasama dengan investor itu untuk membangun pariwisata kita " ujarnya mengenang.

"Untuk menggali potensi wisata, silakan percayakan kepada saya, pasti bisa, pemasukan  daerah dari sektor pariwisata pasti bertambah besar," kata Haji Serta Ginting.

Menyahuti gagasan Serta Ginting, Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Msi mengatakan, saya sangat setuju atas masukan untuk menggali potensi wisata  di kawasan Doulu. Tapi yang paling penting, kita harus mempedomani regulasi yang berlaku.

"Karena di kawasan itu banyak juga lahan/tanah milik masyarakat. Selain itu status lahan yang berada disekitar hutan itu juga perlu kita ketahui statusnya ke pihak kehutanan dalam hal ini Balai Besar atau Pihak pengelola Tahura," kata Terkelin.

Lanjut Terkelin, potensi lain juga perlu kita perhatikan untuk pembangunan daerah ini. Karena masih banyak pembangunan yang dibutuhkan daerah ini. Seperti misalnya,  rencana pembangunan jalan tiang pancang (kantiveler) yang saat ini sedang  berjalan fisibility study (studi kelayakan) Kita doakanlah supaya semua rencana kita ini dapat terwujud, sesuai harapan kita dan masyarakat luas bagi pengguna jalan Medan-Berastagi pungkas Terkelin.(Rekro Trgn)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size