Skip to main content

PAMTAS Perbatasan  Serahkan 57 Orang TPPO di BP3MI Nunukan

Nunukan, TuntasOnline.id - Pukul 2.30 Wita, PAMTAS Perbatasan Indonesia menyerahkan, sekitar 57 orang pekerja Ilegal Indonesia tanpa dokumen untuk melakukan pemberangkatan menuju ke Tawau Sabah Malaysia.

Melihat dengan kondisi dilapangan dengan garis wilayah kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Adalah wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. dari salah satu daerah Rawan keluar masuknya barang terlarang, Sabu-sabu dan Rokok Indonesia dan perdagangan
manusia, kali ini kembali lagi, melakukan secara diam-diam mengunakan 4 Mobil penumpang lewat jalan poros yang menuju wilayah kecaman Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Di depan Pos PAMTAS daerah wilayah Sebatik, melakukan pencegahan pemeriksaan, dan telah terindikasi bahwa ada beberapa penumpang gelap, yang rencananya akan  berangkat menuju ke Malaysia, dan hasil pemeriksaan yang detail, maka penumpang tersebut didapati tidak memiliki Dokumen yang lengkap untuk masuk Negara Malaysia.

Modus terbaru, yang dilakukan oleh pelaku (TPPO ) atau (Tekong) tujuan Tawau Sabah Malaysia, dengan cara mendaratkan pekerja Ilegal melakukan modus baru, lebih awal kegiatan secara sistem kontek, sebelum masuk tanpa Job Order, dan penempatan tempat kerja yang tidak jelas untuk dipekerjakan.

FJ.Ginting AMK SH selaku Kepala BP3MI menjelaskan, Kamis Malam 2.30 Wita, PAMTAS telah menyerahkan 57 orang (TPPO) laki-laki 26 orang perempuan 16 dan Anak-anak 15 orang jumlah keseluruhan 57 orang dari 15 orang anak-anak ini, Ingin ikut bekerja keluar negeri bersama orang tuanya, sehingga untuk melakukan mengantisipasi dan juga atas cita prestasi Bapak Presiden Prabowo Subianto bagaimana, untuk mengamankan seluruh perbatasan wilayah termasuk kabupaten Nunukan, harus steril dari semua kejahatan internasional permit atau trans internasional maka kegiatan itu bisa maksimal dilakukan.

FJ Ginting menambahkan, terlihat dengan di selter kami, dengan tampungan hanya beberapa dan ada yang di cegah, maka di gunakanlah Ruang yang ada seperti Aula. Sebelum tanggal awal tibanya KM Lambelu ke Nunukan, BP3MI telah lebih dulu menerima informasi dari Nusa tenggara timur lewat (LSM) bahwa ada di indikasi seorang wanita dan 2 anak yang mau berangkat ke Malaysia, maka kami melakukan pencegahan di pelabuhan dan orang termasuk orang terindikasi juga berada di tempatkan disini termasuk beberapa tambahan di BP3MI sehingga tempat tidur Selter ini tidak mencukupi, sehingga ada yang menempati Aula untuk dijadikan tempat istirahat.

Mengenai anggaran, maka untuk antisipasi anggaran yang membesar
ditambahkan lagi dengan adanya Efisiensi Anggaran beberapa kementerian lembaga kami akan melakukan bagaimana beberapa upaya-upaya meminalisir pengeluaran anggaran itu.
Dengan langkah awal BP3MI ada 2 Item akan merencanakan : 
1. melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat asal PMI ini, apakah ada atensi dan solusi proses pemulangan nanti.
2. akan menanyakan langsung pada pekerja Migran yang menjadi calo perlu dicegah, apakah mereka bisa pulang secara mandiri.
3. Konstitusi dari calo-calo penjahat bagaimana bertanggung jawab untuk memulangkan mereka, atau melakukan pergeseran uang yang mereka sudah ambil itu, harus bisa mengembalikan dan bisa dipulangkan kepada si korban (TPPO) ini. (SRF) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size