Kabut Asap Karhutla di Rantau Rasau Ancam Penderita Asma
Rantau Rasau, Tuntasonline.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, semakin membahayakan kesehatan masyarakat. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi penderita asma dan gangguan pernapasan, terlebih alat kesehatan (alkes) di fasilitas kesehatan setempat dinilai tidak memadai.
Berdasarkan pantauan jurnalis, Rabu (08/10/2026), kualitas udara di Rantau Rasau saat ini berada dalam kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya. Data pemantauan Stasiun Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Tanjung Jabung Timur sempat menembus angka 205, bahkan melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir akibat tingginya titik panas (hotspot) di sekitar kawasan Taman Nasional Berbak, Rantau Rasau. Asap terpantau sudah merata di seluruh Dapil 2 Tanjab Timur.
Anak Sesak Nafas, Warga Curhat di Medsos
Salah satu warga Simpang Gelis, bernama Budi, mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan anaknya harus di-nebulizer (nebo) di salah satu klinik Dokter Ulfa di SK 17, Kecamatan Rantau Rasau, akibat sesak napas karena asap.
"Salah satu informasi ini menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat sehingga pemerintah perlu melakukan mediasi terhadap ancaman serius ini," ujar salah satu warga Rantau Rasau menanggapi video tersebut.
Warga menilai, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak dan kelompok rentan.
Guru Honorer Juga Mengeluh
Di sisi lain, seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya juga mengeluhkan kondisi udara di Rantau Rasau.
"Bukan hanya membahayakan bagi peserta didik yang sudah diliburkan, tapi juga membahayakan bagi tenaga pendidik yang tetap harus mengajar dan beraktivitas di sekolah," keluhnya.
Ia berharap ada kebijaksanaan dari pemerintah dalam menanggulangi permasalahan ini, bukan justru menggelar kegiatan keramaian di luar ruangan.
Tuntutan Warga: Tegakkan Hukum Pembakar Lahan
Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam. Mereka juga mempertanyakan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
"Masyarakat berharap adanya bentuk tindakan tegas bagi pelaku pembakar lahan yang sampai hari ini belum terdengar siapa tersangkanya," tegas warga.
Sementara itu, salah satu tokoh pemuda di Bandar Jaya berharap seluruh elemen pemerintahan turun langsung memadamkan api.
"Harus ada kerja sama semua elemen, mulai dari Camat, Kades, RT/RW dan jajaran lainnya di bawah naungan pemerintah daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk turun memadamkan api bersama masyarakat," harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengatasi krisis kabut asap yang telah mengganggu aktivitas belajar, kesehatan, dan ekonomi masyarakat Rantau Rasau.(ARP)
Penulis: Aliansi Pemuda Rantau Rasau
- 1 view
Facebook comments