Sekretaris Dikbud Bantah Sistem Rayon Membuat Anak Putus Sekolah
Bengkulu, tuntasonline.com - Warga Kelurahan Teluk Sepang mengeluhkan adanya sistem rayon dalam penerimaan siswa baru. Karena hal itu membuat siswa asal teluk sepang akhirnya putus sekolah.
Menurut Sugeng salah seorang warga teluk sepang sistem rayon ini menyulitkan para siswa-siswi teluk sepang ini untuk melanjutkan pendidikan. Karena terbatasnya jumlah sekolah yang tersedia.
"Disini cuma ada satu Sekolah Menengah Pertama itupun letaknya di Desa Bangkahan sekitar 4 km dari sini. Dan akses kesana pun susah karena jalannya rusak", terang Sugeng.
Ditambahkan Sugeng, faktor inilah yang membuat anak-anak enggan melanjutkan sekolah apalagi menurutnya guru di SMPN 23 Desa Bangkahan tersebut sering tidak masuk ketika cuaca hujan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Firman Jonaidi S.Pd angkat bicara menanggapi keluhan warga Teluk Sepang tersebut. Menurutnya sistem rayon dalam penerimaan siswa baru tidak bisa dijadikan alasan siswa putus sekolah.
"Jangan jadikan sistem rayon ini sebagai " kambing hitam", karena dalam rayon Teluk Sepang ini ada beberapa Sekolah Menengah Pertama ataupun Sekolah Menengah Atas, disana ada SMPN 23 di Bangkahan, SMPN 19 di Padang Serai, SMPN 25 di Kampung Bahari. Untuk SMAnya ada SMAN 11 di Kandang Mas dan SMKN 6 di Kampung Bahari", tegas Firman di ruang kerjanya.
Apalagi menurut Firman, SMAN 11 Kota Bengkulu yang masuk dalam rayon Teluk Sepang ini masih membutuhkan banyak siswa, mengingat SMA ini baru berdiri 2 tahun. "Contohnya SMAN 11 ini masih membutuhkan banyak siswa. Jadi gak ada alasan untuk menyalahkan sistem rayon. Dan untuk masalah jarak tidak terlalu jauh dari Teluk Sepang ke Padang Serai ataupun ke Kampung Bahari", terang Firman.
Dan menanggapi isu bahwa para guru PNS di SMPN 23 jarang masuk sekolah karena cuaca hujan, Firman memberikan toleransi. "Kalau guru tidak datang dikarenakan cuaca hujan deras kita harus bisa memaklumi. Karena huja deras kan tidak setiap hari, jadi kalau sesekali tidak datang ketika hujan deras menurut saya itu masih dikatakan wajar", demikian Firman Jonaidi. (cw2)
- 76 views
Facebook comments