Datangi Bumi Rafflesia, Mendes PDTT dan NU Gelar Dialog Sekaligus Silahturahmi
Bengkulu, Tuntasonline.com - Nahdlatul Ulama (NU) Bengkulu menggelar acara dialog dan silaturahmi bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, bertempat di Hotel Latansa, Kamis (16/8).
Acara tersebut juga dihadiri, ketua NU Bengkulu, Zulkarnain Dali, serta seluruh kader-kader NU Se-Provinsi Bengkulu turut hadir dialog dan silaturahmi kedatangan Menteri Desa.
Dalam sambutannya ketua NU Bengkulu, Zulkarnain Dali mengatakan, dialog dan silaturahmi ini merupakan sebagai bentuk acara kekeluargaan, sahabat dan kerabat NU pada prinsipnya, untuk menjaga komunikasi dengan baik.
"Jika diibaratkan seperti mengoper bola kemana bola itu di sepak ya kami
mengikut ngalir saja apalagi, menteri desa datang ke bumi rafflesia, menemui kami kader-kader NU Bengkulu, " ujarnya, Zulkarnain Dali sambutannya.
Lanjut dikatakan Zulkarnain, NU Bengkulu sudah lama berdirinya ada beberapa cabang di sini, seperti, Kabupaten Lebong dan Kaur, menurutnya, kader NU perlu ada arahan dari Menteri Desa agar memberikan solusi untuk desa yang masih tertinggal di Bengkulu.
" Kami perlu, bimbingan, arahan dari menteri desa, agar dapat membangun daerah tertinggal di Bengkulu, untuk itu, perlu diyakinkan bahwa masyarakat Bengkulu warganya penurut dan siap untuk membangun bengkulu Lebih baik," katanya.
Sementara itu, arahan Menteri Desa, Eko Putra Sandjojo, mengatakan, sejarah berdiri NU sangatlah panjang dan penuh banyak makna, kader bela negara Indonesia masa perjuangan melawan penjajahan mayoritas anggota dan ulama NU, sebab, begitu banyak pengorbanan NU untuk Indonesia.
" Tapi masih saja warga tertinggal, kemiskinan masih mayoritas ormas NU. Ini juga kesempatan untuk NU bersatu, membangun indonesia salah satunya dengan perkembangan dan membangun desa," jelasnya Eko Putra Sandjojo.
Menurutnya, sasaran pembangunan daerah tertinggal pada tahun 2019 rata-rata 6,90 - 7,10% pertumbuhan ekonomi, 15-15,5% persentase penduduk miskin, 62,78% indeks pembangunan manusia. Sedangkan untuk peta sebaran daerah tertinggal, tertular, terdepan (3T) dan rawan bencana sebanyak 122 daerah tertinggal.
"Ya, sebanyak 122 daerah tertinggal dari seluruh wilayah Indonesia yakni, 13 daerah Sumatera, 12 Kalimantan, 6 Jawa-Bali, 18 Sulawesi, 26 Nusa Tenggara, 14 Maluku, 33 Papua, karena itu pemerintah terus berusaha untuk mengentaskan dan membenahi daerah-daerah tertinggal tersebut, " harapnya.
Untuk diketahui, Menteri Desa telah memberikan kebijakan transmigrasi pada periode 2015-2019 berfokus untuk mensuskseskan program nawacita dengan membangun indonesia dari pinggiran. Program transmigrasi juga menjadi garda terdepan dalam mewujudkan desa-desa mandiri. Pemerintah menargetkan 144 kawasan berkembang bisa terbangun dan tercipta 20 kawaswn perkotaan baru. (CW3)
- 52 views
Facebook comments