Skip to main content
Foritha Ramadhani Wati

Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu : Stop Menikah Muda

Bengkulu, Tuntasonline.com - Masih maraknya terjadi pernikahan usia muda dikalangan kaum remaja. Banyak menimbulkan efek yang tidak baik untuk generasi bangsa ke depan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlidungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani menghimbau stop menikah muda. 

"Ayo semua bersama-sama menyuarakan stop menikah muda karena, dari sisi kesiapan baik itu mental, kesehatan reproduksi serta efek menikah muda tidak bisa di pungkiri banyak negatifnya daripada positifnya," ujarnya Ketua DP3APPKB Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani pada Tuntasonline.com, Kamis, (30/8).

Lanjut dikatakan Foritha, kelangsungan masa depan kedua pasangan ingin menikah muda dan kehidupan rumah tangganya dalam menghasilkan anak yang berkualitas untuk bangsa dan negara sangat minim karena belum Matang dari segi finansial dan lain-lain. 

"Generasi muda harus disiapkan untuk zaman era globalisasi penuh dengan kencanggihan IT dan menjadi ancaman bagi suatu negara, kalau generasi mudanya tidak baik disiapkan dari segi kualitas ataupun kuantitasnya," katanya. 

"Kalau untuk idealnya, seorang perempuan usia 21 tahun dan pria 24-25 tahun. Namun sekarang dengan kemajuan zaman modern di anggap bahwa usia tidak ideal untuk menentukan kapan menikah karena usia 21 tahun untuk harapan sekolah masih panjang melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi," tambahnya. 

Menurutnya, wanita ingin menikah muda setidaknya sudah menyelesaikan studi Strata I (S1)  terlebih dahulu di usai 24 tahun dan pria biasanya 26-27 tahun itu yang paling ideal untuk menikah.

"Walaupun dari segi kesehatan usia 21 tahun sudah di anggap ideal cuman,  harapan untuk jenjang Perguruan Tingginya tidak tercapai," tutupnya (CW3).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size