Skip to main content
Duaksa Aritonang

Lulusan Diploma Penyumbang Terbanyak dalam Angka Pengangguran Bengkulu

Bengkulu, Tuntasonline.com - Meskipun angka pengangguran di Provinsi Bengkulu hanya 2,7% tahun 2018, tetapi sangat disayangkan penyumbang terbanyak angka tersebut ialah tamatan Diploma (D 1,2,3). Sangat jauh berbading terbalik dengan tamatan Sekolah Dasar (SD).  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis angka pengangguran jenjang pendidkan.

Dari data terhimpun, terhitung bulan Februari tahun 2018, Diploma penyumbang terbanyak dengan 11,85%, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 6,61%, Universitas 4,51%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2,96, Sekolah Menengah Atas (SMA) 2,14 dan Sekolah Dasar (SD) 1,30%.

Menurut Kabid Statistik Sosial BPS Provinsi Bengkulu, Duaksa Aritonang. Seorang yang bekerja itu apapun dilakukan  walapun hanya 1 jam bekerja serta setiap hari dilakukan seperti itu dan menghasilkan uang sudah dikatakan bekerja.

"Banyak masyarakat Bengkulu yang bilang BPS gimana hitung angka pengangguran di Bengkulu. Lihat saja masih banyak yang tidak bekerja tapi hanya 2,7% saja," ujarnya, Duaksa Aritonang pada Tuntasonline.com di ruangnya, Selasa (4/9).

Lanjut dikatakan Duaksa, konsep BPS menghitung angka pengangguran ada skemanya, penduduk di bagi dua. Angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.

"Angkatan kerja seperti orang-orang sudah berusia 15 tahun ke atas, bukan angkatan kerja di bagi lagi menjadi dua bagian. Yang pertama bekerja dan kedua pengangguran, sedangkan angka pengangguran di Se-Provinsi Bengkulu hanya 27.944 orang jika di bagi persen hanya 2,7%," jelasnya. 

Menurut Duaksa, faktor gengsi sebagai penunjang utama kenapa Diploma penyumbang angka terbanyak. Sedangkan SD paling terendah hanya 1,30% karena tidak mengenal gengsi dalam bekerja apapun. 

"Nah,  terkadang orang sudah tinggi pendidikannya gengsi mau kerja serabutan dan memilih pekerjaan yang di inginkan sesuai jurusan mengambil kuliah dulu serta lebih memilih menganggur sambil mencari pekerjaan yang cocok, padahal kerja apapun itu asal menghasilkan uang kan tetap halal kerjanya, "tutupnya . (CW3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size