Skip to main content
Foto Ghufran

Feature : Air Mata Di Balik Perak Untuk Papua Barat

Gemerlap Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Provinsi Papua melukiskan berbagai cerita dan kenangan yang terlupakan, tak terkecuali bagi Anak Bengkulu yang menorehkan perak pada Cabor Sepatu Roda.

PON XX ini dibuka 2 Oktober oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup pada 15 Oktober oleh Wakil Presiden Ma'aruf Amin,  mempertandingkan 56 Cabang Olahraga yang diikuti oleh 7.039 atlet dari sabang sampai merauke dengan moto Torang Bisa.

Prestasi mentereng ditorehkan berbagai atlet dan mengharumkan nama tanah kelahirannya. Cerita berbeda dialami salah satu Anak Bengkulu yakni Ghufran Martianza Wira Fawwaz yang disapa akrab Babang, torehan prestasinya melukiskan air mata dan menyiratkan luka terdalam karena belum membawa nama tanah kelahirannya harum di mata nasional.

Mungkin pertanyaan timbul mengapa prestasi yang ditorehkan tidak membawa harum tanah kelahirannya, cerita itu pun dimulai dari restu KONI Provinsi Bengkulu tidak berpihak kepada Anak kelahiran Bengkulu, 5 Oktober 2005 tersebut karena dalih tidak ada anggaran untuk sepatu roda, akhirnya ayah Babang berpikir keras dan mengajukan pengunduran diri Babang sebagai atlet Bengkulu hingga berujung akusisi oleh Provinsi Papua Barat.

Persiapan demi persiapan dilakukan oleh Babang demi menyambut Pagelaran Pesta Olahraga bergengsi di Nusantara tersebut. Sang Ayah Arie Martin Ika Putranto menjadi mentor terdepan mendorong Putranya berprestasi tanpa henti di usianya yang sekarang. 

Sedari dini, Babang memang ditempa secara intensif oleh Sang Ayah yang juga merupakan mantan atlet sepatu roda. Berawal dari sekedar hobi hingga akhirnya berbuah capaian menohok pun ditorehkan, tak tanggung-tanggung medali diboyong dari beberapa turnamen bergengsi salah satunya Asian Championship Freestyle Roller Sport di Ho Chi Minh, Vietnam pada Desember 2018.

Medali perak sepatu roda PON XX Papua bagi Papua Barat Babang raih di nomor 200 meter individual time trial (ITT) pada 28 September 2021 lalu di Klemen Tinal Roller Sport Arena, Buper Waena, Jayapura bersanding dengan M Bagus Laksmendra dari Papua yang meraih emas dan Raehan Julio dari Papua yang meraih Perunggu.

Momen menyentuh tergambar jelas ketika Sang Ayah memeluk Babang saat berhasil menorehkan Perak bagi Papua Barat, air mata haru dan bangga menetes menyiratkan bahwa tidak ada yang sia-sia dibalik ikhtiar dan doa yang tulus. Babang pun bercerita bahwa dirinya tak sanggup menahan sedihnya karena Tanah Kelahirannya belum bisa harum bersama peraknya di Negeri Mutiara Hitam.

Langkah serius membenahi dunia olahraga Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah menuai dukungan berbagai pihak, dinilai mumpuni kembangkan Infrastruktur dan ekonomi. Dirinya mendapat dukungan penuh meregenerasi kubu Koni Provinsi Bengkulu agar mampu menyerap atlet potensial demi Bengkulu harum di masa yang akan datang.

Harapan terdalam para atlet menyeruak meminta Koni diisi oleh pihak yang berkompeten di bidang olahraga. Dari kalangan atlet atau tokoh berpengalaman di olahraga Bengkulu menjadi alternatif pilihan pengisi jajaran Koni Provinsi Bengkulu. Di mata Tokoh Olahraga dan Mantan atlet, Bengkulu punya potensi atlet yang sangat luar biasa namun perlu pembinaan yang serius karena banyak diantaranya yang diakusisi daerah lain sehingga tidak mengharumkan tanah kelahirannya sendiri.

Penulis : Repi Putra

Facebook comments

Adsense Google Auto Size