Sarpras Rusak, Dana BOS SMPN 1 Bilah Hilir Disorot
Labuhanbatu, TuntasOnline.id - Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, tahun anggaran 2025 kembali menjadi sorotan. Anggaran sarana dan prasarana (sarpras) yang tercatat sekitar Rp171 juta dipertanyakan setelah kondisi sejumlah fasilitas sekolah disebut masih mengalami kerusakan.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, beberapa bagian atap asbes ruang kelas terlihat rusak dan diduga mengalami kebocoran. Selain itu, sejumlah kaca jendela sekolah juga tampak pecah dan belum diperbaiki.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan terkait realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang pada tahun 2025 disebut mencapai sekitar Rp171 juta.
Sorotan terhadap penggunaan anggaran tersebut bukan kali pertama muncul. Pemberitaan sebelumnya juga telah menyoroti alokasi sekitar Rp171,5 juta untuk pemeliharaan sarana di SMPN 1 Bilah Hilir. Namun, adanya alokasi anggaran tersebut belum dengan sendirinya membuktikan terjadinya penyimpangan dan diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen serta realisasi fisiknya.
Untuk memperoleh penjelasan, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, pada Rabu (24/9/2026) melalui pesan singkat telepon seluler.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu terkait pertanyaan mengenai penggunaan anggaran tersebut.
Salah seorang warga sekitar sekolah mempertanyakan kondisi fasilitas sekolah yang masih terlihat rusak meskipun terdapat anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana.
"Kalau dana sarpras 171 juta sudah cair, kenapa asbes masih rusak dan jendela masih pecah? Tolong diperiksa," ujar warga tersebut kepada awak media.
Masyarakat dan wali murid meminta Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu serta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam penggunaan Dana BOS SMPN 1 Bilah Hilir.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara anggaran yang tercantum dalam laporan penggunaan Dana BOS, dokumen pertanggungjawaban dan kondisi fisik sarana prasarana di sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan telah terjadi penyimpangan dalam penggunaan Dana BOS tersebut.
- 27 views
Facebook comments