Skip to main content
T

3 Anggota Dewan Karo Sesalkan Pelayanan PDAM

KARO, TuntasOnline.Com - Penyakit PDAM Tirtamalem Kabanjahe sudah kronis alias stadium IV. Pasalnya, sejak Kabanjahe sebagai ibu kota Kabupaten Karo, belum pernah perusahaan daerah ini memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggannya.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Karo Jidin Ginting SH. MH, (fraksi Demokrat) Ferianta Purba,SE (fraksi Golkar) dan Jhon Karya Sukatendel,M.SN (fraksi Pkpi) kepada wartawan Senin (3/6) di Kabanjahe dalam menyikapi keluhan pelanggan PDAM Tirtamalem Kabanjahe yang berkepanjangan. 

Kendatipun demikian, tongkat estapet kepemimpinan Bupati Karo silih berganti, tetapi pelayanan air bersih di ibu kota kabupaten untuk  pelanggan, belum pernah dirasakan maksimal oleh masyarakat.

Keresahan masyarakat pelanggan ini terjadi, atas buruknya pengelolaan dan pelayanan air bersih, dan hal itu pula yang menyebabkan PDAM Tirtamalem Kabanjahe menjadi bangkrut sehingga memiliki utang yang cukup signifikan, kata mereka.

Padahal diketahui, Kabupaten Karo yang diapit pegunungan Bukit Barisan memiliki sumber mata  air bersih yang cukup melimpah, namun kenyataannya, pemerintah daerah tidak dapat memanfaatkan peluang itu menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus memberikan solusi serta exsekusi  bagi masyarakat kota Kabanjahe dalam mengatasi krisis air bersih, jelasnya.

Sebagai anggota Dprd Karo dan tinggal di ibu kota Kabupaten Karo  kata mereka, tentunya merasakan kepedihan yang dirasakan konstituennya akibat kendala kelancaran air bersih ke rumah masyarakat.
        
Ginting mengutip satu istilah seniman Karo yang berbunyi, "pinakit labo man daramen tetapi tambarlah pekena" (masalah tidak perlu diungkit-ungkit, tapi solusilah perlu ditemukan.)

Solusi yang ditawarkan Jidin Ginting, SH. MH ada dua pilihan yang pertama adalah, jumlah APBD Karo yang dialokasikan ke perusahaan ini harus digelontorkan secara besar-besaran, dan seluruh karyawan yang ada ditubuh perusahaan ini harus diberdayakan/dibintek kan agar lebih mampu mengelola perusahaan.

Termasuk seluruh pipa (jaman baholak), harus diganti melalui dana yang digelontorkan ke tubuh perusahaan milik daerah ini, dan yang tidak kalah pentingnya adalah  mengidentifikasi sumber mata air bersih sebagai sumber.

Untuk memuluskan keinginan penggelontoran dana ini, pihak eksekutif harus mampu melobi legislatif berikut argumen-argumen yang masuk akal, karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar
 
Pilihan ke dua, kata Jidin Ginting, pengelolaan PDAM Tirtamalem diserahkan kepada PDAM Tirtanadi yang dianggap sejauh ini lebih profesional mengelola air bersih. Buktinya pengelolaan air bersih di kota Berastagi dikuasai PDAM Tirtamalem, dan sejauh ini pelanggannya tidak merasa resah akibat kendala kelancaran air bersih, walaupun pada waktu tertentu masih pernah mengalami tersendatnya aliran air ke rumah pelanggan, tandasnya.
       
Walaupun demikian kata mereka, kita tetap sepakat bahwa PDAM Tirtamalem Kabanjahe sangat perlu untuk diaudit secara profesional, supaya kedepan pembukuan keuangan perusahaan daerah ini makin sehat," pungkasnya.(Rekro Trgn)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size