Skip to main content
Cegah Kekerasan Pada Anak Sakti Peksos "Goes To School"

Cegah Kekerasan Pada Anak, Sakti Peksos "Goes To School"

Bengkulu, Tuntasonline.com - Maraknya persoalan kekerasan pada anak menjadi pekerjaan rumah kita semua, terkhususnya Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI . Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan tindakan preventif melalui salah satu  program yang dikembangkan Kementerian Sosial yakni Sakti Peksos Goes To School. 


Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Sakti Peksos PA) bertugas melakukan pendampingan kepada anak korban. Meliputi memberikan edukasi dan penanaman nilai-nilai tentang apa itu kekerasan seksual, apa saja jenis kekerasan, ciri-ciri pelaku kekerasan, situasi apa saja yang bisa memicu terjadinya kekerasan seksual, dan bagaimana mereka menghindarinya.

Dengan demikian harapanya anak-anak diusia sekolah dapat terhindar dari kekerasan seksual dan memiliki ketahanan diri sabagai benteng untuk menghindari kasus kekerasan seksual pada anak.

Sakti Peksos Kementerian Sosial yang ditempatkan dikabupaten Kaur provinsi Bengkulu melakukan kegiatan Sakti Peksos Goes To School (PGtS) Di SMA Asy-Syafiiyah Kabupaten Kaur. Diikuti 25 Orang siswa SMA dan Sakti Peksos kabupaten Kaur menunjuk Antoni sebagai pembicara dalam kegiatan yang bertema Pencegahan Kekerasan Anak.


"Sakti Peksos Kabupaten Kaur, program Sakti Peksos Goes To School (PGtS), salah satu program pemerintah melalui Kementerian Sosial dalam upaya pencegahan meningkatnya tindakkan kekerasan anak, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas dan kasus bullying yang banyak melibatkan anak usia sekolah," ungkap Antoni, S.Sos, Sabtu (26/10/2019).

Lanjut  Antoni, PGtS juga memberikan informasi tentang permasalahan yang banyak terjadi di usia remaja khususnya pada anak SLTP dan SLTA.

Hal ini menjadi salah satu tugas khusus Peksos, mengingat banyak fenomena penyimpangan  yang terjadi pada diri remaja, baik secara kualitas maupun kuantitas. Sebagai contoh bullying, atau tawuran yang menyebabkan kerusakan bahkan hingga dapat menelan korban jiwa. Padahal anak merupakan generasi bangsa yang berhak atas hak hidup.

 
"Namun pada situasi yang tidak menguntungkan banyak anak-anak yang mengalami penelantaran, eksploitasi, kekerasan fisik dan non fisik bahkan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh lingkungan terdekat anak, sehingga dalam kondisi ini anak sangat membutuhkan pertolongan untuk mengembalikan kondisinya seperti semula," tambah Antoni.

 
Disisi lain Antoni juga menyampaikan bahwa selain edukasi dan peningkatan kapasitas anak dan orang tua dikabupaten kaur, Sakti Peksos juga mendorong pihak Pemda Kabupaten kaur untuk responship terkait persoalan-persoalan anak. Oleh sebab itu salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan advokasi kebijakan yang ramah anak. 

Melalui serial diskusi dan pertemuan multi stakeholder sakti peksos juga mendorong sinergisitas dalam penanganan anak di Kabupaten Kaur. Pada saat ini Sakti peksos bersama pihak Dinas Sosial Kabupaten kaur mendorong kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta untuk terlibat dalam penanganan masalah anak.

Sementara menurut Juli Hatmiri, SE selaku guru pembina osis sekolah SMA Asy-Syafiiyah Kabupaten Kaur, mengatakan bahwa pihaknya sangat memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan "Sakti Peksos Goes To School".

"Kami sangat membutuhkan program-program seperti ini, kami sekolah-sekolah yang berada di pedesaan seperti kami ini masih sangat membutuhkan informasi terkait edukasi kekerasan seksual pada anak, sementara pergaulan anak dengan teknologi yang berkembang pesat seperti yang kita rasakan pada saat ini yaitu kecanggihan dunia sosial media membuat kami kesulitan untuk memantau aktivitas apa yang dilakukan anak," pungkas Juli Hatmiri.

Kepala SMA Asy-Syafiiyah Kaur ini berharap untuk kedepannya anak-anak mendapatkan informasi yang positif sehingga dapat membentengi diri mereka dari tindakan kekerasan seksual. (Maris)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size