Awal Tahun, Harga Cabai Melonjak Tinggi
Kota Bengkulu, Tuntasonline.com - Awal tahun 2020, harga cabai kriting di Kota Bengkulu melonjak dari semula Rp 25.000 menjadi Rp 60.000/kg. Kenaikan harga cabai sangat dikeluhkan pengusaha rumah makan dan ibu rumah tangga di daerah ini.
Dari pantuan Tuntasonline.com di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Rabu pagi (15/1/2020), pada awal Januari 2020, tidak hanya harga cabai panjang keriting yang mengalami kenaikan cukup signifikan yang semulanya Rp 25.000/kg sekarang Rp 60.000/kg. Dalam hal ini tidak hanya cabai keriting saja, juga harga beras lokal mengalami hal yang sama.
Harga beras lokal mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000-Rp 1.500/kg dari sebelumnya sekitar Rp 11.200/kg. Demikian pula harga minyak goreng curah dari berbagai merek dan gula juga mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000/kg.
"Sudah sepekan ini harga cabai panjang kriting di Bengkulu, melonjak dari Rp 25.000 menjadi Rp 55.000/kg. Sebelum tutup tahun harga cabai sudah bergerak naik, tapi tidak sebesar sekarang mencapai Rp 60.000/kg," kata Sarti (44), pedagang cabai di Pasar Panorama, Kota Bengkulu.
Ia mengatakan, meningkatnya harga bahan baku sambal ini akibat pasakon cabai dari daerah sentra produksi ke sejumlah pasar tradisional di Bengkulu, sangat menurun tajam setelah Tahun Baru 2020. Sedangkan permintaan cabai panjang keriting dari konsumen tetap stabil.
Berkurangnya pasokan cabai ke pasar di Bengkulu, Hasni mengatakan karena hasil panen petani tidak maksimal, dan juga berdampak dari musim hujan.
"Hasil panen cabai petani tidak maksimal karena buah cabai yang masih mudah gugur karena hujan terlalu deras," ujarnya.
Dengan demikian, pasokan cabai ke pasar di Bengkulu, tidak normal seperti biasanya. Demikian pula pasokan cabai dari Sumatera Barat ke Bengkulu, awal tahun 2020, belum berjalan normal.
Hal ini menyebabkan, pasokan cabai pedagang setempat terbatas dan permintaan dari konsumen tetap tinggi. Baik itu pemilik rumah makan dan usaha makanan jenis lainnya yang membutuhkan bahan baku cabai keriting. Akibatnya, harga cabai panjang kriting di Bengkulu, saat ini meroket hingga Rp 60.000/kg.
Hal senada diungkapkan Bambang (52), sebagian besar pedagang cabai berada di Pasar Panorama, Kota Bengkulu.
"Sejak awal tahun baru 2020, pasokan cabai dari beberapa daerah penghasil ke Kota Bengkulu, turun tajam,"ujarnya.
Selama ini, setiap harinya tidak sedikit cabai panjang kriting masuk ke beberapa pasar tradisional di Kota Bengkulu sebanyal 5-7 ton , tapi kini pasokanya berkurang dibawah 5 ton/hari. Hal ini terjadi karena hasil panen cabai petani tidak normal, akibat curah hujan yang tinggi.
Maka dari itu, harga eceran bahan baku sambal ini semakin pedas kisaran Rp 60.000/kg.
"Hal inilah yang menyebabkan harga cabai panjang krinting di Bengkulu, sekarang ini melonjak tajam semula Rp 25.000/kg hingga Rp 60.000/kg," ujarnya.
Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Dewi Dharma mengatakan, "kenaikan harga cabai panjang merah keriting dari sebelumnya Rp 25.000/kg kini menjadi Rp 60.000/kg semua itu hanya sementara saja, tapi setelah hasil panen petani normal, maka harganya kembali stabil,".
Meski demikian, Disperindag Kota Bengkulu, tetap memantau harga cabai sejumlah pasar tradisional yang ada di daerah ini.
"Kenaikan harga cabai ini tidak perlu dirisaukan masyakat karena hanya sementara saja dan setelah pasokan normal ke pasar harganya kembali turun di kisaran Rp 25.000/kg," tutupnya. (P3)
- 113 views
Facebook comments