Skip to main content
Kantongi Proper Merah dan Hitam Perusahaan Akan Dapat Teguran KLHK RI

Kantongi Proper Merah dan Hitam, Perusahaan Akan Dapat Teguran KLHK RI

Bengkulu, TuntasOnline.com - Kali ini teguran akan dilayangkan untuk Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, dan pelabuhan yang dalam penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (Proper) tahun 2019-2020 mengantongi peringkat hitam dan merah, bakal terkena sanksi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Selasa (22/12).

 

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Zainubi, SH, menerangkan, berdasarkan keputusan Menteri LHK RI No SK.460/Menlhk/Setjen/KUM.1/12/2020, diketahui sebanyak 1 perusahaan mengantongi peringkat hitam, 11 perusahaan peringkat merah, dan 44 perusahaan meraih peringkat biru. Akan tetapi untuk perusahaan yang mengantongi PROPER hitam dan merah, bakal dikenakan sanksi tegas.


“Untuk saksi seperti PT. Indonesia Riau Sri Avantika (IRSA) yang bergerak pada sektor pertambangan di Kabupaten Bengkulu Utara tersebut, memang sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian LHK RI. Tetapi ketika sanksi diberikan, pihaknya (Pemprov, red) akan mendapatkan laporannya,” ujarnya.


Menurut Zainubi, bagi perusahaan yang mengantongi peringkat hitam, Kementerian LHK RI juga akan menurunkan Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).


“Jika mengacu pada perundang-undangan, sanksi perusahaan Proper hitam bisa berujung pencabutan izin, pidana, bahkan sampai perdata," terangnya.


Lebih jauh lagi Zainubi menerangkan, untuk 11 perusahaan yang mengantongi Proper merah, biasanya sanksi berupa teguran saja. Tetapi tetap melihat tingkat kesalahannya, apakah kesalahan tersebut dilakukan dengan kesalahan yang sama atau tidak.


“Khususnya Pelindo ini, dua kali berturut-turut meraih PROPER merah, bisa jadi sanksinya lebih dari teguran. Apalagi kesalahannya sama dengan penilaian tahun lalu," pungkasnya. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size