Figur Pengabdian: H Andang dan H Rustam, Tokoh Kecamatan Sebatik Jadi Teladan
NUNUKAN, TuntasOnline.id – H. Herman (Andang) dan H. Rustam dikenal sebagai tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Keduanya dinilai konsisten berperan dalam mengangkat nama baik Kecamatan Sebatik melalui berbagai kontribusi nyata, khususnya di bidang pertanian dan pembangunan masyarakat.
H. Herman (Andang) mengatakan bahwa dirinya selalu mendukung program pertanian yang bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat serta mendukung berbagai program pemerintah dalam sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit.
"Sebagai tokoh masyarakat Sebatik, kami tidak tinggal diam dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk menyediakan lahan untuk Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Harapannya, keberadaan koperasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kecamatan Sebatik," tegasnya.
Sementara itu, H. Rustam juga dikenal aktif membantu masyarakat, khususnya para petani kelapa sawit. Ia sering terlibat dalam perbaikan infrastruktur jalan perkebunan apabila mengalami kerusakan yang menghambat proses pengangkutan hasil panen.
"Ketika jalan perkebunan mengalami kerusakan dan menghambat pengangkutan buah sawit, beliau dengan cepat membantu melakukan perbaikan sehingga para petani tidak mengalami kesulitan," ujar warga setempat.
Selain itu, H. Rustam juga dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sering memberikan bantuan kepada berbagai organisasi maupun kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan di Kecamatan Sebatik.
Terkait maraknya kasus pencurian buah sawit yang terjadi di Kecamatan Sebatik baru-baru ini, H. Herman dan H. Rustam turut memberikan pandangannya.
Menurut mereka, kasus pencurian yang terjadi bukan dilakukan dengan cara memanen langsung dari pohon, melainkan mengambil buah sawit yang telah dikumpulkan di pinggir jalan atau di dalam kebun dan belum sempat diangkut.
"Kami menilai kejadian ini lebih disebabkan oleh kelalaian dalam pengelolaan hasil panen. Buah sawit yang sudah dikumpulkan sebaiknya segera diangkut agar tidak memberikan kesempatan kepada pihak yang berniat melakukan tindakan yang merugikan," jelas mereka.
Keduanya berharap para petani dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga hasil panen guna mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.
Sarif/Nnk
Tuntas Online.id
- 6 views
Facebook comments