Menghitung Hari di Bawah Kepungan Asap Rantau Rasau: Saat Rp15 Miliar Dipertaruhkan untuk Napas Balita
Muara Sabak, TuntasOnline.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) memicu kepungan kabut asap di Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama balita dan penderita penyakit pernapasan.
Jarak pandang di sejumlah ruas jalan dilaporkan menyusut hingga sekitar 100 meter. Pengendara harus lebih berhati-hati saat melintasi kawasan yang diselimuti asap. Aktivitas pendidikan juga terdampak setelah pemerintah daerah mengambil kebijakan meliburkan siswa dan mengalihkan pembelajaran ke rumah.
Meski demikian, asap masih berpotensi masuk ke dalam rumah warga. Sejumlah warga, termasuk balita dan penderita asma, dilaporkan mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan penanganan medis di puskesmas.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian warga tertuju pada anggaran bantuan siap pakai sebesar Rp15 miliar yang disebut telah dicairkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran dan langkah konkret yang telah dilakukan untuk menangani kebakaran serta melindungi kesehatan warga.
Budi, seorang warga Rantau Rasau, mengungkapkan kekecewaannya saat mendampingi anaknya yang mengalami gangguan pernapasan di puskesmas. Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan yang menurutnya belum memadai untuk menghadapi kondisi tersebut.
"Kami tidak butuh rapat-rapat koordinasi di hotel mewah. Kami butuh aksi! 'Kabut Asap Karhutla Ancam Balita dan Penderita Asma, Warga Rantau Rasau Desak Pemerintah Segera Turun Lapangan, karena duit sudah cair 15 miliar dari pusat.' Uangnya sudah ada di kantong pemerintah, lalu tunggu apa lagi? Tunggu sampai ada anak kami yang meninggal karena kehabisan napas?" cetus Budi, suaranya bergetar menahan luapan emosi.
Bagi Budi dan warga lainnya, anggaran Rp15 miliar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mempercepat penanganan karhutla, memenuhi kebutuhan peralatan kesehatan, serta mendukung upaya perlindungan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Warga juga berharap tim penanganan karhutla meningkatkan upaya pemadaman, termasuk di kawasan gambut, serta memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan yang memadai.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan satuan tugas penanganan karhutla diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menjawab kebutuhan warga. Penanganan yang cepat diperlukan guna menekan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak serta kelompok rentan lainnya.
(ARP)
- 20 views
Facebook comments