BMKG Himbau Jaga Kesehatan Hindari Dampak Hidrometeorologi
Bengkulu, Tuntasonline.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.
Kondisi ini dapat meningkat hingga pertengahan 2019. Bengkulu termasuk dalam wilayah yang berpotensi hujan lebat.
“Wilayah Bengkulu berada di dekat samudera, dimana ditengah pulau Sumatera rata-rata adalah lereng pegugungan. Sehingga dari samudra membawa uap air yang ditarik di pegunungan, yang uap air itu dipaksa untuk naik. Tapi karena tinggi maka mengumpul dulu disini, sehingga menyebabkan lereng pegunungan memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Juga daerah yang semakin tinggi maka suhunya semakin dingin,” ucap Kepala Sta.Klim BMKG Kelas I Bengkulu Kukuh Ribudiyanto, M.Si.
Ia menambahkan dampak dari siklon ada dua yakni menyebabkan curah hujan yang tinggi juga dapat meyebabkan berkurangnya masa uap air disuatu wilayah tertentu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan hal tersebut dikarenakan siklon mempunyai tekanan yang paling rendah, sehingga diibaratkan gelombang air mengalir ke ditempat yang lebih rendah. Hal inilah yang menyebakan curah hujan di Bengkulu mengalami perubahan cuaca yang tak menentu.
“Bengkulu sepanjang tahun ada hujan karena topografi Bengkulu yang berada disebelah barat samudera dan bagian timurnya adalah pegunungan. Jadi ada uap air dari laut yang ditahan dipegunungan yang menjadikan hujan. Sehingga di musim kemarau di Bulan Juli-Agustus, ini masih terjadi hujan nah itu sebagaian musim di Bengkulu,” Ujarnya.
Untuk daerah Rejang Lebong, Kepahyang dan daerah Muko-muko yang berbatasan dengan Jambi itu memiliki pola tertentu. Musim-musim ini mirip dengan transisi, dimana hujan yang kadang-kadang kemudian kelembapannya masih tinggi.
Kukuh juga menghimbau kondisi tersebut berisiko dengan penyakit baik pertumbuhan bakteri, pertumbuhan jamur karena kelembabannya tinggi, maka memicu pertumbuhannya. Termasuk juga nyamuk yang perkembangbiakannya yang cepat pada saat kelembabannya tinggi dan panas.
“Untuk menghindari timbulnya penyakit tersebut maka BMKG menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, juga menjaga kondisi tubuh seperti minum vitamin serta menjaga pola makan,” himbau Kukuh Ribudiyanto.(Cw1)
- 20 views
Facebook comments